Membentuk Budaya Kerja Positif Dengan Trustworthiness, Strive for Excellence dan Customer Focus
Budaya kerja baik merupakan salah satu faktor yang menentukan kesuksesan perusahaan dan budaya kerja yang positif, dibangun atas nilai-nilai bersama, sistem kepercayaan, sikap dan seperangkat asumsi yang dibagikan oleh orang-orang di tempat kerja. Sehingga hal itu dapat meningkatkan kerja tim, moral, produktivitas dan efisiensi, serta meningkatkan retensi tenaga kerja. Kepuasan kerja, kolaborasi, dan kinerja kerja semuanya ditingkatkan. Hal yang paling penting adalah faktor lingkungan tempat kerja yang positif, dan tentunya dapat mengurangi stres pada karyawan.
Lalu bagaimana cara membentuk budaya kerja yang positif?
Menurut Sandra Hadinata, Chief Human Resources Officer, PT Surya Semesta Internusa Tbk. pada saat ditemui Redaksi Intipesan seusai menjadi pembicara dalam sebuah seminar menyebutkan bahwa sebenarnya membentuk budaya kerja yang positif, harus dilakukan internal terlebih dahulu. Ini dapat dimulai dari level atas, seperti CEO dan lainnya hingga kemudian ke level staf atau karyawan.
“Contoh yang paling simpel adalah memberikan contoh yang baik kepada bawahan atau karyawannya,” tutur Sandra.
Sandra mengatakan bahwa di perusahaanya, bekerja dan gratitude juga merupakan unsur penting yang perlu diterapkan baik dari atasan hingga karyawan. Serta tidak lupa untuk selalu melakukan humor di tempat kerja. Hal itu tidak hanya membangun hubungan baik dan budaya yang positif, melainkan mengurangi kejenuhan dan stress pekerja.
“Misalnya yang paling gampang adalah mengucapkan selamat pagi, selamat siang dan terimakasih begitu sudah selesai pekerjannya. Begitu juga dengan meng-encourage fun dan humor dalam kantor. Jadi misalkan kita merayakan pencapaian target itu adalah happy hour,” katanya.
Selain itu terdapat tiga core values yang diterapkan di perusahaanya, seperti kepercayaan, upaya terus-menerus untuk kesempurnaan dan fokus pada pelanggan sebagai landasan dan tumpuan karyawan.
“Di tempat kami sendiri ada tiga core values yang kami terapkan, trustworthiness, strive for excellence and customer focus. Jadi tigal itu yang selalu melandasi kegiatan kita sehari-hari, “ ucapnya.
Hal-hal sederhana lain yang dilakukan untuk membentuk budaya kerja yang positif, adalah merayakan hari-hari besar seperti ulang tahun dan lainnya.
Membentuk budaya kerja tentu sangat berkaitan erat dengan SDM. Oleh karenanya, karyawan tentu harus memiliki kemampuan untuk berpikir positif, belajar dan menerima setiap tantangan dan terbuka terhadap informasi-informasi serta memandang ke depan.
“ Seseorang yang berpikir positif menurut saya selalu mau belajar dan menerima tantangan baru baik dalam tugas yang baru, dan tidak menutup diri terhadap informasi-indirasi baru. Selalu berpikir kedepan otomatis juga berpikir positif bahwa kita itu bisa berkembang paling tidak kita bisa mengambangkan professional growth,” tutupnya.(Artiah)
Foto : malta.com
Facebook
Twitter
Instagram
YouTube
RSS