Enam Kiat Kunci untuk Memimpin Menurut Karima Mariama Arthur
Tidak banyak orang yang dilahirkan bisa sukses sebagai pemimpin. Kebanyakan pemimpin mengambil tanggung jawab untuk melatih diri mereka menjadi efektif. Mereka bisa mendapatkannya dengan cara belajar dari kebijaksanaan orang lain atau mendapatkan wawasan dari pengalaman pribadi. Menjadi pemimpin yang lebih efektif adalah tentang apa yang kita lakukan, bukan apa yang Anda tahu.
Berbicara masalah pemimpin akan terkait dengan bagaimana seseorang bisa mempengaruhi orang lain. Karena untuk bisa menampilkan diri kita dalam peran kepemimpinan, kita harus bisa memanfaatkan otoritas dan memotivasi orang lain agar mau mengikuti jejak kita. Pendaat tersebut disampaikan Karima Mariama Arthur, Founder and CEO of Word Smith Rapport seperti yang dilansir entrepreneur.com.
Lebih lanjut Arthur menjelaskan bahwa terdapat beberapa perilaku, sebagai kunci untuk membuat perbedaan besar dalam cara orang lain melihat kita. Untuk itu dirinya menyarankan agar seorang pemimpin harus bersikap proaktif, dan setidaknya ada enam kiat untuk menjadi pemimpin yang baik serta mampu menginspirasi orang lain. Sehingga mereka dapat mengikuti petunjuk kita sebagai seorang pemimpin.
1. Menetapkan Standar
Cara terbaik untuk menetapkan standar adalah dengan memberikan model perilaku yang baik dari diri kita sendiri.
“Perlihatkan keunggulan. Ketika kita sebagai pemimpin memiliki potensi untuk memengaruhi orang lain di sekitar, maka perlihatkanlah kemampuan kepemimipinan kita dengan cara menonjolkan keunggulan kita. Ini sangat penting untuk dlakukan untuk menjalankan kepemimpinan yang efektif. Ini adalah ground zero untuk membangun pengaruh,” kata Arthur.
2. Memberikan Hasil Sepertii yang Dijanjikan.
Kepemimpinan yang baik membutuhkan kemampuan untuk memberikan hasil dan memberikan motivasi, serta fokus untuk mencapai hasil dan keuntungan sekarang. Hal ini bisa dilakukan dengan cara mengatur tugas dan membaginya ke dalam beberapa langkah atau dilakukan dengan bertahap tidak sekaligus, untuk menghindari menghindari stres dan kelelahan namun secara konsisten terus dikerjakan.
Untuk mendukung hal tesebut bantuan pakar atau ahli dari eksternal juga diperlukan untuk mendorong proyek dilakukan secara tepat waktu dan kompeten. Hingga akhirnya semua tim dapat mencapai inti tujuan dan hasil akhir yang maksimal.
3. Menghargai dan Menumbuhkan Hubungan Dengan Orang Lain.
Menjadi seorang pendengar yang baik, memiliki integritas tinggi dan mau bersikap terbuka, jujur dan adil, merupakan keterampilan yang wajib dimiliki oleh seorang pemimpin. Juga dengan kemampuan melakukan pengambilan keputusan secara cepat dan akurat.
Seorang pemimpin akan mencapai hasil terbaik, jika dia bisa memperlakukan orang dengan baik. Maka dari itu penting untuk meningkatkan hubungan baik dengan orang lain, dengan cara yang otentik dan bermakna.
4. Mempromosikan Kerjasama Strategis.
Kolaborasi adalah komponen yang sangat penting bagi seorang pemimpin. Terutama ketika kita membangun sebuah tim yang berkinerja tinggi. Karena secerdas apapun individu, akan jauh kebih efektif jika bekerja sama tim.
Orang sering menghasilkan produk kerja yang lebih berkualitas dan lebih efisien saat berkolaborasi. Berkomitmen untuk ini dengan secara aktif akan mampu merangkul peluang untuk kerjasama yang sehat.
5. Selesaikan Konflik dengan Cepat dan Efektif.
Mengelola konflik secara proaktif, yang berarti semakin cepat kita menyelesaikannya, maka akan semakin baik.
Resolusi konflik sebagai kompetensi kepemimpinan inti adalah proses rumit dan membutuhkan intervensi yang bijaksana. Ketidaksepakatan terjadi secara alami. Tetapi perselisihan yang berkelanjutan tidak boleh ditoleransi. Perlu diingat bahwa konflik memiliki dampak negatif dan bisa menghambat proses lainnya yang sedang berjalan.
Dengan demikian kemampuan kita sebagai pemimpin dengan cepat dan efektif akan ditentukan seberapa cepat dalam mengelola konflik dan menyelesaikannya. Ini jugaa akan meningkatkan kemampuan kita untuk memimpin.
6. Mendukung dan Mengembangkan Orang Lain.
Pengembangan profesional adalah mekanisme luar biasa, untuk memfasilitasi pertumbuhan suatu organisasi.
“Tunjukkan komitmen Anda untuk memperluas jangkauan tim Anda, dengan memprioritaskan peluang untuk mengembangkan potensi yang mereka miliki. Tantang tim Anda untuk mengatasi kekurangan yang mereka miliki, kemudian berikan penghargaan partisipasi proaktif untuk membangun antusiasme dan mendorong kemajuan yang berkelanjutan” ujar Arthur.
Sumber/foto : entrepreneur.com/TEDx Talks
Facebook
Twitter
Instagram
YouTube
RSS