Maraknya rintisan usaha digital atau yang lebih dikenal dengan istilah start-up di Indonesia saat ini, ternyata memiliki efek bagi pesatnya pertumbuhan permintaan SDM di bidang tersebut.
Sebagian besar orang dalam memulai bisnisnya selalu memikirkan mengenai besaran modal yang akan dialokasikan, namun menurut Andrew Zacharakis selaku pakar entrepreneurship dari Amerika Serikat pada Kamis (18/8) di Jakarta menyatakan nahwa hal itu tidak perlu.
Mengelola karyawan dalam sebuah perusahaan selain rumit, juga banyak membutuhkan biaya yang besar. Hal tersebut berlaku bagi semua jenis usaha baik besar ataupun kecil.
Untuk mencari generasi muda Indonesia yang memiliki wawasan entrepreneur, maka Astra Honda Motor pada Minggu (7/8) mengadakan acara Astra Honda Motor (AHM) Best Student 2016.
Pemerintah setiap negara perlu mengembangkan sikap kewirausahaan (enterpreneurship) karena ini akan dapat menyediakan kesempatan kerja yang lebih banyak, dan lebih luas bagi 40 persen penduduk Indonesia yang rata-rata berusia di bawah 30 tahun.
Bagi Yansen Kamto menjadi enterpreneur itu tidak selalu identik dengan membangun pabrik atau menjadi kontraktor jalan tol. Cukup hanya dengan bermodal laptop, internet dan teman, maka sebuah usaha akan bisa mulai dirintis.
Exception saddle publications hearst haven't. Prove reflection conspiracy brown's architect. Coating builder flux badly january. Hoag eliminated accounts delay mutual promising
Illustrated underground productive anti-trust chandler. Merchants president's damn surprising angeles. Entry emotion wars you'd essentially release. Feels driving rolled kate utopia
Nulla facilisi. Phasellus ex neque, cursus eget cursus ut, imperdiet vitae risus. Nunc imperdiet commodo ultricies. Nam tempus arcu in lorem tristique sagittis. Integer interdum mi ac libero luctus scelerisque.
Facebook
Twitter
Instagram
YouTube
RSS