Cara Pemimpin Mengatasi Krisis dengan Mempergunakan 7C
Pandemi Covid yang telah berlangsung lebih dari dua tahun telah mengubah banyak bidang kehidupan manusia. Mulai dari kesehatan hingga kepada bisnis dan perekonomian, bahkan juga telah memberikan dampak yang sangat besar tentang bagaimana cara kita bekerja dan berinteraksi.
Dari pandemi tersebut kita mulai mengenal berbagai istilah baru, seperti lockdown, social distancing hingga kepada hybrid workplace. Ini semua dilakukan sebagai adaptasi atas keadaan baru atau new normal sebagai upaya untuk meredam pandemi.
Jadi tidak mengherankan apabila banyak orang mulai melakukan berbagai adaptasi untuk menyesuaikan diri mereka dengan situasi krisis yang terjadi – termasuk para pemimpin.
Agar dapat mengatasi krisis yang terjadi John A. Quelch, Profesor di Sekolah Bisnis Charles Edward Wilson di Harvard Business School dan Dekan Universitas Bisnis Herbert di Miami menyebutkan bahwa setidaknya pemimpin harus memiliki tujuh kemampuan khusus yang disebutnya sebagai 7C. Diantaranya adalah :
1.Calm (Ketenangan)
Orang-orang di sekitar kita, mulai dari karyawan, konsumen hingga kepada supplier perusahaan tentu akan selalu memperhatikan kita setiap waktu selama masa krisis. untuk itu kita harus memperlihatkan ketenangan sikap dan perilaku pada saat melalui situasi yang sulit dan penuh ketidakpastian
2.Confidence (Rasa percaya diri)
Sebagai seorang pemimpin kita harus tetap tenang menghadapi krisis, serta mampu memproyeksikan keyakinan pada setiap orang bahwa mereka akan dapat melewatinya dengan sukses, dengan kerugian minimal bagi perusahaan. Juga kepada semua stake holder yang mengandalkan kepemimpinan kita untuk melewati hari-hari sulit di masa depan.
3.Communication (Komunikasi)
Sebagai seorang pemimpin yang baik kita harus mampu berkomunikasi, berkomunikasi, berkomunikasi tanpa henti. Hal ini untuk menghindari berkembangnya rumor yang memperkeruh air. Tetapi ketika pemimpin berbicara tentang komunikasi, mereka tentunya juga berbicara tentang strategi komunikasi. Kita memerlukan rasa kebersamaan yang kuat untuk mengkomunikasikan setiap keputusan dan prioritas, bukan penundaan selama berjam-jam atau berhari-hari atau, lebih buruk lagi, berminggu-minggu. Diam benar-benar hal terburuk yang tidak boleh dilakukan oleh seorang pemimpin karena pada saat itulah rumor akan berkembang.
4.Collaboration (Kerjasama)
Pemimpin bukanlah dewa yang tahu tentang semuanya secara mutlak, inilah saatnya bagi pemimpin untuk menggunakan sumber daya, kemampuan semua karyawan kita, semua anggota tim, dan kemudian menyatukan mereka dalam gugus tugas, sub-gugus tugas untuk mengatasi ketidakpastian dalam mengatasi krisis. Kerjasama yang melibatkan karyawan dengan cara ini juga akan mengurangi rumor negatif, dan akan memberikan kepercayaan diri kepada mereka.
5.Community (Komunitas masyarakat)
Setiap orang selalu hidup bersama dalam sebuah komunitas, baik itu kantor perusahaan ataupun pabrik. Semua elemen yang terlibat dalam proses bisnis dan manajemen juga berada dalam komunitas. Untuk itu penting bagi pemimpin guna memberikan contoh, tidak hanya di dalam organisasi tetapi juga di dalam komunitas yang lebih luas. Sangat penting bagi kita untuk memberikan contoh kepada komunitas, sehingga mereka nanntinya juga akan mendukung kita dalam mengatasi masalah ataupun krisis yang terjadi.
6.Compassion (Kepedulian)
Kepedulian sangat penting saat ini. Kita mungkin akan meraih kesempatan itu jika kita beruntung memiliki tim yang baik di sekitar kita, tetapi ada banyak orang di organisasi kita yang bergantung pada kita, yang belum tentu begitu tangguh. Dan mereka perlu diberi kasih sayang untuk mengungkapkan keprihatinan mereka. Jadi, pikirkan seseorang di organisasi yang memiliki orang tua lanjut usia dalam kondisi kesehatan yang rapuh. Mereka akan memiliki rasa kekhawatiran dua kali lipat tentang kerabat saat ini, ketika krisis terjadi dan berpotensi mempengaruhi kelompok yang paling rentan di komunitas kita. Untuk itu penting bagi pemimpin guna mengembangkan rasa kepedulian di masa krisis, agar rasa percaya diri mereka tidak terpuruk. Serta memiliki keyakinan bahwa akan ada orang yang selalu siap membantu mereka yang terkena musibah.
7.Cash (kemampuan finansial)
Dari ketujuh elemen tersebut, kondisi kemampuan finansial adalah hal yang sangat penting untuk diperhatikan oleh pemimpin. Sehingga apapun yang dapat dilakukan pemimpin untuk mengelola dan menghemat uang akan menjadi sangat penting, karena itulah yang akan menentukan apakah karyawan kita tetap lancar menerima gaji bulanan mereka ataupun para supplier tetap akan dapat menerima pembayaran mereka secara tepat waktu.
Sumber/foto : hbswk.hbs.edu/entrepreneur.com
Facebook
Twitter
Instagram
YouTube
RSS