Membangun Jiwa Disiplin pada Anak-anak

Anak

Menjadikan anak disiplin memang terlihat mudah namun juga tekadang bukanlah hal gampang. Banyak ragam cara orang tua untuk mengajarkan kesipilnan pada anak. Akan lebih baik jika orang tua mengajarkan kedisplinan sejak dini pada anak. Demikian seperti yang disampaikan oleh Pambudi Suhnarsihanto, Vice President Human Resource, Danone Aqua, dalam cuitan di akun facebook miliknya beberapa waktu lalu.

Pambudi mengatakan bahwa pola asuh dari orang tua yang baik, seperti menanamkan dan memberikan contoh kedisiplinan pada anak sejak mereka kecil, hal itu akan menjadi suatu kebiasaan bagi mereka. 

Selain itu, Pambudi juga mmemberikan cara bagaimana orang tua membangun disiplin terhadap anaknya, seperti berikut: 

1. Membuat pembelajar yang sederhana dan mudah. 

“Waktu kecil ayah saya, mengajarkan ke saya konsep 1-2-3. Setelah pulang dari sekolah yang harus saya lakukan adalah, 1 jam tidur siang, 2 jam mengerjakan PR , dan 3 jam belajar pada malam hari.Dan ayah saya sangat strict dengan itu. Makanya saya pun harus mengerjakannya. Tetapi, karena instruksinya sangat sederhana , jelas dan mudah dimengerti, saya pun dengan mengerjakannya setiap hari”, paparnya.

Kemudian ciptakan sendiri program atau slogan anda yang mudah dimengerti oleh anak-anak anda.u Lalu  instruksikan kepada anak anda untuk mengerjakannya.

2. Memotivasi mereka dengan memvisualisasikan kesuksesan

Seperti semua kebiasaan (yang baik), habit itu harus dibentuk dan biasanya tidak tumbuh dengan sendirinya.Stephen Covey dalam bukunya The 7 Habits of Highly Effective People menganalogikan pembentukan habit ini seperti waktu ibu kita mengajarkan kita untuk sikat gig.

Pertama-tama kita disuruh, kemudian dipaksa, kadang dimarahi, lama lama terbiasa, dan sekarang kita gak nyaman kalau kita tidak sikat gigi.Sebagai orang tua, tugas anda adalah membantu mereka menemukan motivasi mereka untuk membangun mimpi dan cita-cita mereka!

3. Percayalah pada mereka

Setelah memberikan objective yang simple dan memotivasi mereka, kemudian percayalah pada mereka. Anak-anak juga akan benci bila orang tuanya menyuruh terus menerus atau mengecek terus menerus. Jadi tugas anda adalah memberikan simple objective, membantu mereka menemukan motivasinya dengan visualisasi dan percaya mereka akan melakukan pekerjaan mereka.

4. Memberikan Reward pada usaha anak, bukan hasilnya

Begitu banyak orang tua yang menghadiahi anaknya pada saat anaknya menjadi juara kelas. Padahal tidak semua anak berpotensi menjadi juara kelas. Seharusnya kita memberikan hadiah kepada yang bekerja keras. Dengan bekerja keras mereka membentuk karakter mereka sebagai pekerja keras (yang ini akan sangat berguna bagi masa depan mereka).

Ternyata dengan sudah bekerja keras mereka belun menjadi juara? Tapi anda masi harus memberikan reward atau hadiah kepada mereka, atas kerja keras mereka, dan itu merupakan hal yang perlu untuk di hargai.

5. Luangkan waktu bersama mereka, cintai mereka

Intinya,  mencintai anak anak juga berarti menghabiskan waktu dengan mereka.Ada yang bilang mencintai anak anaknya tetapi pergi pagi pulang malam, bahkan week end menghabiskan waktu di lapangan golf.Mencintai anak anak anda berarti anda melakukan sesuatu untuk mereka.Dan yang bisa anda lakukan adalah melalui waktu bersama mereka. Mendengarkan cerita cerita mereka , dan mengerti mereka. Agar anda lebih bisa memotivasi mereka.Dengan begitu , anda bisa membantu mereka mencapai mimpi-mimpi mereka.(Artiah)

 

Sumber/foto: FB Pambudi Sunarsihanto/today.com