Perlunya Mengelola Family Time untuk Keluarga

Anak

Bagi seorang perempuan ataupun ibu yang memiliki karir pekerjaan yang bagus, terkadang membuatnya kesulitan dalam mengatur waktu guna berinteraksi dengan keluarganya. Terutama dalam berkomunikasi dengan anak, ini kemudian akan menjadi penyebab jauhnya hubungan ibu dengan anak. Akibatnya anak menjadi pembangkang, tidak hormat, senang keluyuran dan enggan untuk mendengarkan nasihat dari orang tuanya. Bahkan mungkin juga suatu saat anak bisa berani mengatakan, bahwa dirinya tidak mau seperti ibu atau memiliki jodoh seperti ibunya. Demikian seperti yang jelaskan oleh Konselor dan terapis di Biro Konsultasi Psikologi Westaria, Anggia Chrisanti dilansir dari sebuah media cetak nasional.

Anggia mengatakan bahwa  seharusnya seorang ibu harus lebih cermat lagi, dalam mengatur waktu dengan anak. Jika tanda-tanda tersebut mulai terasa atau terlihat, maka ibu harus melakukan evaluasi dan bersegera memperbaiki fungsi dasar menjadi ibu yang dirindukan. Jangan sampai terlambat dan semakin sulit diperbaiki.

Kasih sayang tambahnya  menjadi kunci mendekatkan ibu dengan sang anak, dan ini bisa diawali dengan berpikir dan melakukan hal yang disukai oleh anak agar mereka selalu merasa diperhatikan oleh orangtuanya. Kemudian belajar menjadikan anak prioritas. Selanjutnya adalah dengan melakukan  manajemen waktu yang baik untuk keluarga, seperti me time-couple time-family time-social time. Seimbangkan agar jauh dari kemungkinan stres yang berdampak buruk pada anak.

Selain itu juga bisa dilakukan dengan mengembangkan kemampuan khusus, agar dirindukan anak. Seperti memasak, bermain, atau menjadi pendengar yang baik. Lakukan ketiganya atau paling tidak salah satunya agar anak selalu merindukan Anda. terakhir adalah dengan merebut golden moment dengan anak. Seperti halnya ketika   anak sakit, sedih, atau berprestasi. Hadirlah untuk mereka. Ikhlaskan untuk terlambat kerja karena anak sakit. Hal itu akan membuat anak selalu merasa diperhatikan,  walaupun keadaan ibu sedang sibuk dengan pekerjaanya.(Artiah)

 

 

Sumber/foto: tabloid bintang/thebalance.com