Bullying di Tempat Kerja Bisa Menimbulkan Gangguan Psikologi pada Pekerja

P.I.O

Kasus bullying tidak hanya  terjadi pada anak sekolah, mahasiswa ataupun masyarakat biasa, tetapi hampir di semua tempat termasuk salah satunya di kantor. Aksi bullying di tempat kerja memang jarang terjadi, tetapi memiliki rekan kerja yang berkepribadian kasar dan suka membully tentu harus dihindari.

Hingga saat ini sudah banyak penelitian menunjukkan bahwa aksi bullying di tempat kerja, dapat menimbulkan dampak negatif yang besar. Kekasaran tidak hanya merusak pelaku dan korbannya. Namun menyaksikan perilaku kasar seorang rekan kerja juga dapat sangat merusak. Kerusakan tersebut tidak hanya berada pada fisik, juga termasuk didalamnya kesehatan mental pekerja.

Seperti halnya kerika seseorang mendapati rekan kerja atau atasan yang tidak ramah, tentu akan membuatnya tidak bersemangat dan malas bekerjasama sehingga menghasilkan kinerja yang tidak maksimal serta produktivitas yang menurun. 

Berdasarkan  penelitian-penelitian tersebut pula memaparkan beberapa dampak kerusakan yang terjadi akibat aksi bullying di kantor.

1. Tingginya pergantian pegawai. 

Seringnya terjadi permasalahan seperti bullying yang dilakukan oleh rekan kerja, tentu akan membuat rekan kerja lainnya tidak betah bekerja. Hal itu sehingga membuat dia lebih memilih keluar dari tempat kerja dan  mencari pekerjaan yang memiliki budaya tempat kerja lebih positif serta nyaman.

2. Terganggunya pola tidur. Bekerja sama dengan orang yang tidak menyenangkan tidak hanya berdampak kepada pekerja ketika di kantor, namun bisa merusak kehidupan di rumah dan kesehatan tubuh mereka.

Orang yang berhadapan dengan rekan kerja yang kasar akan lebih mungkin mengalami kesulitan tidur. Kekurangan tidur (sleep-deprivation) dapat mengganggu kemampuan mereka untuk mengatasi stres, yang dapat membuat suasana tempat kerja lebih sulit lagi.

3. Perilaku kasar yang menular.

Para peneliti mendapati, para pegawai yang menyaksikan seseorang memperlakukan orang lain dengan tidak ramah akan lebih mungkin memperlakukan orang tadi dengan buruk juga.

Penonton bukan hanya ikut-ikutan mulai memperlakukan orang lain secara buruk, tapi mereka mulai mengajak rekan-rekan kerja lainnya setelah mereka terpapar kepada seorang rekan kerja yang tidak baik tadi.(Artiah)

 

umber/gambar: liputan6.com/entrepreneur.com