Kurang Tidur Rentan Alami Depresi

P.I.O

Kegiatan dan aktivitas yang menyita waktu terkadang menjadi alasan mengapa seseorang sering terlambat dalam tidurnya. Menjadi hal yang lumrah apabila mendapati banyak orang yang sering begadang dan mengurangi waktu tidurnya karena berbagai kegiatan yang dilakukan seperti adanya kegiatan lebur atau bersenang-senang.

Namun perlu untuk diperhatikan pula bahwa kurang tidur dapat menyebabkanbenyak kerugian, seperti halnya mengantuk sepanjang hari dan lesu dalam menjalankan aktivitasnya. Hal itu juga bisa menyebakan kemerosotan tajam pada otak sehingga memicu munculnya beragam masalah kesehatan mental.

Seperti yang dilansir dari laman sebuah media nasional bahwa seseorang yang kurang tidur akan menyebabkan kinerja otak yang melambat, kurang fokus dan daya ingat yang lemah sehingga sulit untuk menerima informasi yang baru.

Selain itu, beragam penelitian menemukan adanya potensi besar kemunculan beberapa penyakit mental, seperti depresi, ADHD, gangguan kecemasan, dan gangguan bipolar sebagai akibat kurang tidur.

Sebuah penelitian di Michigan, AS, mengamati seribu orang berusia 21 hingga 30 tahun. Hasilnya, mereka yang mengidap insomnia pada wawancara pertama memiliki risiko empat kali lebih besar menderita depresi ketika diwawancara lagi tiga tahun setelahnya. Studi lain menemukan bahwa masalah gangguan tidur terjadi sebelum munculnya depresi. Selain itu, penderita depresi yang mengalami insomnia akan lebih sulit disembuhkan dibandingkan dengan mereka yang tidak mengalami insomnia.

Pada sebuah penelitian, para ahli menemukan bahwa insomnia dan gangguan tidur lainnya mungkin memperparah episode mania (manic) atau depresi (depressive) pada pasien dengan gangguan bipolar. Kurang tidur itu sendiri dipercaya dapat memicu episode mania, yaitu fase ledakan emosi atau perilaku yang tak terkendali. Akibat kurang tidur juga dapat memicu gangguan kecemasan. Satu studi melaporkan bahwa sekitar 27 persen pasien dengan gangguan kecemasan diawali dengan insomnia yang membuat seseorang susah tidur.(Artiah)

 

Sumber/foto: kompas.com/medicalnewstoday.com