Meningkatkan Kesehatan Mental di Tempat Kerja

P.I.O

Berbicara tentang kerja dan usaha tentu sangat berhubungan erat dengan sumber daya manusia. Tak dipungkiri bahwa manusia merupakan aset paling utama, untuk kemajuan serta keberhasilan usaha suatu perusahaan.

Dengan kinerja baik dari para karyawan, tentu akan menuai hasil yang baik pula. Maka dari itu penting untuk menjaga karyawan agar tetap perfom pada kinerjanya. Tidak hanya kesehatan fisik saja, namun mental juga perlu diperhatikan.

Michelle Riba, profesor psikiatri Universitas Michigan Amerika Serikat, memaparkan terdapat  beberapa hal yang perlu diketahui untuk meningkatkan status kesehatan mental di tempat kerja.

1. Pencegahan

Setiap orang tentu harus bisa mengatur pola hidupnya dengan baik,  seperti aktif secara fisik, pola makan baik dan tidur cukup. Karena kesehatan fisik ikut berpengaruh pada kesehatan mental seseorang.

"Partisipasi dalam olahraga bisa bersifat meditatif (terutama jika dilakukan di alam). Berpartisipasi dalam olahraga yang dilakukan bersama-sama memupuk rasa positif kebersamaan. Selain itu bila seseorang berusaha sehat secara fisik, biasanya tidak ingin menggunakan zat atau makan yang memiliki kandungan buruk," kata Riba.

Selain itu interaksi dengan orang terdekat juga ikut berpengaruh pada kesehatan mental. Saat anak-anak melihat ayah atau ibu mereka suka beraktivitas fisik, mereka juga akan termotivasi untuk banyak bergerak. Olahraga bisa menjadi aktivitas keluarga dan ini sangat penting.

2. Mengurangi stres di tempat kerja

Stres bisa menyebabkan masalah pada kesehatan mental, jika seseorang  memiliki pekerjaan yang sangat berat. Saling peduli pada rekan kerja bisa mencegah menurunnya status kesehatan mental, misalnya dengan membuat kelompok untuk berjalan-jalan saat makan siang atau kegiatan lain yang bersifat rekreatif untuk sejenak lepas dari urusan kantor. Memilih menu camilan yang lebih sehat juga bisa memperbaiki mood.

3. Memperbanyak mengerjakan hal positif

Ini antara lain bisa dilakukan dengan mengurangi kebiasaan-kebiasan buruk, kemudian dialihkan dengan kebiasaan positif. Misalnya dengan mengikuti kelas yoga ataupun kegiataan social lainnya yang diselenggarakan oleh perusahaan ataupun organisasi tertentu.

"Meditasi sangat membantu. Yoga, Tai Chi atau terapi lain bisa bermanfaat. Cobalah belajar sesuatu yang baru atau ambil kelas. Ikut kegiatan sosial adalah cara lain yang baik untuk keluar dari diri sendiri," saran Riba.

4. Mengatur waktu untuk bertemu dengan ahlinya.

Jika mengalami perubahan suasana hati (mood) selama dua pekan atau lebih, misalnya menjadi murung, sedih dan tak bersemangat. Maka segera pergi berkonssultasi dengan para ahli seperti psikiater atau profesional kesehatan mental lainnya.

5.  Jalin komunikasi dengan atasan

Mengungkapkan kondisi kesehatan mental tidak berbeda dengan mengungkap kondisi medis lainnya. Itu tergantung dari tujuan pengungkapan. Pikirkan mengapa Anda ingin mengungkapkan informasi pribadi seseorang.

6. Membuat tempat kerja lebih sehat

Lingkungan kerja yang sehat menambah nilai perusahaan dan produk. Individu yang memiliki peran kepemimpinan harus mempertimbangkan, untuk mengadopsi program yang baik bagi perusahaan. Seorang manajer harus memahami bahwa staf mereka, juga bisa memiliki kehidupan yang rumit. Untuk itu cobalah membuat suasana kerja menjadi sedikit lebih nyaman dengan berbagai macam cara secara bersama.(Artiah)

 

 

Sumber/foto: kompas.com/fityard.com