Sembilan Cara Mengatasi Kebosanan dalam Bekerja

P.I.O

Dalam bekerja setiap orang pasti akan pernah mengalami kebosanan, dan hal ini ditandai dengan malas melakukan aktivitas, miskin kreativitas, hilangnya minat untuk bekerja dan berbagai perasaan yang tidak enak. Sehingga akhirnya dapat menimbulkan stress yang berkepanjangan. 

Dalam dunia kerja kebosanan kerja memang perlu diperhatikan, mengingat hal tersebut dapat mempengaruhi tingkat produktivitas kerja para pekerja. Baik itu karyawan yang berada di tingkat bawah maupun atas (manajerial level).   

Para psikolog menjelaskan bahwa rasa bosan yang melanda para pekerja tersebut, terutama  disebabkan karena tidak adanya tantangan dalam pekerjaannya. Selain itu tidak memiliki otonomi pekerjaan yang luas, seperti tanggung jawab dan kefleksibelan dalam menjalankan tugas-tugas serta keikutsertaan pembuatan keputusan. Penyebab lainnya adalah karena karyawan tersebut tidak memiliki kesan, dan tidak merasa bahwa pekerjaannya kurang bernilai.

Namun demikian rasa bosan tersebut dapat dihilangkan dengan berbagai cara. Berikut ini hal-hal yang dapat dipertimbangkan, jika seorang karyawan merasa bosan dengan pekerjaan :   

⦁ Menulis. 

Dengan menulis buku, novel, artikel atau training akan sangat berguna untuk mengalihkan perhatian seseorang dari tugas-tugasnya sehari-sehari. Selain itu dengan menulis maka seseorang akan terpacu, untuk mencari berbagai informasi dan bahan-bahan yang diperlukan. Sehingga wawasan akan menjadi lebih luas dan kesempatan untuk mengaktualisasikan potensi. Serta akan mampu mengembangkan kemampuan berpikir menjadi lebih terbuka.   

⦁ Mengajar. 

Dengan mengajar maka seseorang akan memiliki kesempatan untuk menikmati kondisi atau suasana yang berbeda, antara dunia kerja (kantor) dengan dunia akademik (kampus/sekolah).   

⦁ Menjadi Mentor. 

Para pekerja senior maupun manager sebaiknya menyediakan waktu, untuk mendidik para professional yunior yang ada dalam perusahaannya. Dalam beberapa perusahaan hal ini mungkin sudah merupakan suatu tugas yang memang harus dilakukan oleh sang manager. Namun demikian jika di perusahaan kebetulan belum berlaku hal tersebut, maka ajukan diri untuk mulai melakukannya. Hal ini akan sangat berguna dalam mengatasi kebosanan kerja.   

⦁ Berwirausaha. 

Dengan memulai usaha sendiri maka tantangan akan semakin besar, dan menuntut individu tersebut untuk menguasai (setidaknya mengetahui) berbagai bidang yang berguna untuk kelangsungan usahanya.   

⦁ Menjadi Konsultan. 

Menjadi konsultan bagi perusahaan-perusahaan kecil yang tidak mampu membayar jasa perusahaan-perusahaan konsultan besar dan ternama, merupakan suatu tantangan yang menarik bagi seseorang yang sangat menguasai bidang pekerjaan.   

⦁ Melibatkan diri dalam sosiasi profesi. 

Bergabung dengan asosiasi profesi sesuai bidang keahlian yang dimiliki dan mau terlibat dalam aktivitas-aktivitas, yang diselengggarakan oleh asosiasi tersebut. Ini merupakan suatu cara yang baik untuk kembali menyegarkan semangat kerja. Dengan ikut terlibat dalam asosiasi dan kegiatan tersebut, maka seorang karyawan akan memiliki kesempatan untuk berbagi pengalaman dengan rekan seprofesi. Sehingga dapat lebih memperkaya wawasan dan memunculkan ide-ide atau harapan-harapan baru.   

⦁ Menjalin kerjasama dengan perusahaan lain. 

Dengan melakukan hal tersebut, seorang karyawan dapat mempelajari masa depan dari masing-masing perusahaan tersebut. Serta menentukan mana yang lebih sesuai untuk mereka.   

⦁ Mengikuti Kursus atau Pelatihan. 

Kegiatan ini memiliki tujuan untuk mengupdate kemampuan, dan mendapatkan suasana baru yang berbeda dengan suasana kerja sehari-hari. Bila perlu pilih kursus yang ada di luar kota, agar bisa belajar sambil bersantai dengan keluarga atau teman. Sehingga ketika kembali ke kantor pikiran menjadi segar kembali.   

⦁ Mencari Pekerjaan yang lain dan sesuai. 

Jika ternyata seorang karyawan terus-terusan mengalami kebosanan kerja di bidang yang sama, maka ada baiknya mulai mengevaluasi diri. Cobalah pikirkan kelebihan dan kekurangan kita dalam bidang tersebut. Jika memang memungkinkan, cobalah untuk mengubah atau mencari karir lain yang lebih sesuai.   

Sumber/foto : psikologi.blogspot.co.id/independent.co.uk