Kurang Istirahat Saat Bekerja Dapat Menurunkan Produktivitas

P.I.O

Bekerja dengan giat dan bisa memberikan yang terbaik bagi perusahaan adalah impian setiap karyawan, namun ternyata apabila kita bekerja terlalu keras atau overworked juga bisa menyebabkan gangguan kesehatan. Mulai dari penyakit jantung, kelainan ginjal ataupun hati yang apabila tidak ditangani serius dapat menyebabkan kematian. Jika ini terjadi maka akan dapat menimbulkan kerugian bagi pekerja maupun perusahaannya.

Untuk mencegah maka sebaiknya kita lebih memperhatikan kondisi kesehatan, sebelum tanda-tanda gangguan kesehatan mulai nampak. Ada istilah lebih baik mencegah daripada mengobati, ungkapan ini ada benarnya dan menjadi peringatan kalau kita selama ini sering menganggap kelainan kecil sebagai gangguan kesehatan.

Menurut sebuah artikel di kumparan.com, setidaknya ada beberapa tanda yang bisa dikenali sebagai kelainan kesehatan dan mengharuskan kita beristitahat dulu sebelum kembali beraktivitas lagi. Kelainan tersebut antara lain adalah:

1. Produktivitas Menurun

Semakin banyak waktu yang dihabiskan untuk bekerja, maka akan semakin menurunkan pula produktivitas  dalam bekerja. Sebuah makalah penelitian di Universitas Stanford, Amerika menyatakan bahwa orang-orang yang bekerja 70 jam perminggu, sebenarnya tidak dapat menyelesaikan pekerjaan mereka dengan tepat waktu dibandingkan dengan rekan-rekan mereka yang bekerja 56 jam. Sehingga jika dirasakan produktivitas mulai menurun, maka kita harus segera beristirahat dulu untuk memulihkan stamina.

2. Kurang Tidur

Bekerja terlalu lama bisa menyita waktu tidur dan bisa menyebabkan kita merasa cepat lelah. Selain itu juga dapat menimbulkan gangguan emosi, kita  menjadi cepat merah saat tidak  mendapatkan tidur yang cukup. Hal ini padaa akhirnya juga bisa menurunkan. Bahkan risiko terkena penyakit kronis seperti diabetes tipe dua dan penyakit jantung, juga bisa meningkat jika kita tidak mendapatkan istirahat yang cukup.

3. Gangguan Emosi

Kesehatan mental seseorang juga bisa terganggu, jika terlalu memaksakan diri untuk bekerja terlalu keras. Sebuah studi menunjukkan bahwa pekerja yang melakukan pekerjaan 11 jam per hari cenderung mengalami depresi, dibandingkan mereka yang bekerja tujuh sampai delapan jam per hari. Depresi akan memicu timbulnya berbagai gangguan kesehatan, baik yang ringan ataupun berbahaya. 

4. Merasakan Sakit Punggung

Pada saat bekerja terlalu keras atau melebihi batas waktu kerja,  kita sering merasakan gangguan sakit di leher dan punggung. Ini artinya bahwa kita harus berhenti bekerja sebentar. Dalam sebuah penelitian yang pernah diterbitkan di jurnal Occupational & Environmental Medicine menunjukkan, semakin banyak waktu bekerja seseorang maka mereka akan semakin berisiko terkena sakit punggung.

Bagi pekerja wanita sakit akan dirasakan di bagian leher, sedangkan pria akan dirasakan di bagian punggung bawah. Ini adalah tanda stres yang umum disebabkan oleh ketegangan otot.

5. Gangguan Detak Jantung

Ketika kita terlalu lama bekerja dan kurang beristirahat, maka terkadang jantung berdetak lebih kencang dan keras. Gangguan detak jantung ini menurut studi di Korea Selatan, biasanya disebabkan oleh beban kerja yaang terlalu tinggi. Merekaa yang bekerja lebih dari 60 jam seminggu memiliki tingkat risiko sakit jantung koroner yang lebih tinggi. Persentasenya bisa mencapai 41 persen.

Untuk itu sebelum bekerja ada baiknya kita menetapkan standar terlebih dahulu, dan menentukan kapan waktunya bekerja dan istirahat. Dengan adanya pembagian waktu yang seimbang tersebut, setidaknya akan dapat  membantu kita aagar tetap sehat alam bekerja. (Manur)

Sumber/foto : kumparan.com/supermoney.com