Mengenal Gangguan Psikologi Akibat Over-Achiever

psychology

Dalam konsep dunia modern, bekerja merupakan salah satu bentuk dalam memenuhi kebutuhannya. Namun demikian  bekerja terlalu keras dalam jangka waktu lama,  dapat menimbulkan berbagai efek negatif bagi setiap orang. Antara lain bisa menimbulkan gangguan suasana hati, pikiran dan tubuh.  

Kondisi ini digambarkan sebagai sindrom over-achievers, yang bisa merusak emosi, kognitif, dan fisik. Kelelahan membuat seseorang mudah tersinggung, antisosial, konfrontatif, dan umumnya menjadi menantang saat bergaul. Keadaan ini tentu mempengaruhi hubungan individu dengan anggota keluarga dekat, teman, dan kolega. Sekali menyerang seorang pekerja,  waktu pemulihan untuk jenis kelelahan semacam ini membutuhkan waktu yang sangat lama dan perawatan intensif.

Terdapat beberapa gejala sebelum sindrom over-achievers terjadi, diantaranya adalah :

1. Berpikir negatif

Anda akan menganggap segala sesuatu dilakukan tidak ada yang penting. Berangkat dari situ, Anda akan pesimistis dan muncul perasaan negatif lainnya, seperti sinisme, frustrasi, dan kekecewaan. Wajar jika Anda mengalami hari yang buruk, tapi jika menganggap diri terlalu negatif dan mudah tersinggung dalam jangka waktu lama. Maka itu mungkin pertanda Anda terlalu banyak bekerja.

2. Kelelahan terus-menerus

Kelelahan bisa bersifat fisik dan mental. Jika merasa lelah sepanjang waktu, dari bangun tidur sampai kembali tidur, artinya ada sesuatu yang tidak beres. Kelelahan mental dan emosional sama buruknya dengan kelelahan fisik. Jadi jangan mengabaikannya dan berharap dapat hilang dengan sendirinya.

Anda mungkin dapat tidur delapan jam seperti biasanya. Tapi jika pikiran tidak tenang dan seolah menolak beristirahat, Anda akan terbangun dan tubuh terasa belum tidur sedetik pun.

3. Mati rasa pada pekerjaan

Anda merasa enggan, bahkan takut berangkat kerja. Coba minta rekan kerja mengomentari perubahan sikap Anda di kantor?

4. Stres memicu penyakit

Apakah Anda belakangan ini sering sakit? Stres dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh dan membuat lebih rentan terhadap penyakit. Anda akan mengalami gangguan tidur, seperti insomnia serta rasa nyeri pada bagian tubuh tertentu yang sulit dijelaskan.

5. Menunda pekerjaan

Anda menunda pekerjaan hingga menumpuk. Bahkan ketika itu adalah tugas yang sangat sederhana sehingga semestinya bisa diselesaikan dengan mata tertutup? Jika rasa berat menyelesaikan tugas yang kecil, itu pertanda Anda kelelahan.

6. Stagnasi

Bedakan antara sibuk bekerja dan terjebak pada rutinitas. Jika terjebak dalam rutinitas, semua yang Anda lakukan akan dianggap tidak bagus.

Pertanyaannya adalah, kapan terakhir kali Anda mengambil cuti atau pergi berlibur? Jika tidak ingat, itu pertanda buruk yang berarti Anda mungkin memerlukannya.

Pekerjaan itu penting, tapi yang lebih penting lagi adalah kesehatan. Jangan mengikuti pemahaman yang keliru, bahwa gila kerja adalah sesuatu yang bisa dibanggakan.(Artiah)

 

 

Sumber/foto : jobstreet.com/tatic-communitytable.parade.com