Menjadi Pemimpin di Era Digital

Leadership

Pesatnya perkembangan teknologi digital saat ini, telah membuat banyak perusahaan untuk beradaptasi dengan berbagai aplikasi penunjang kerja manajemen. Oleh karena itu setiap pemimpin perusahaan kini harus memiliki kemampuan sebagai digital leader, namun demikian ternyata hanya ada satu dari lima eksekutif yang memiliki kemampuan tersebut. Pernyataan ini pernah dilansir dalam penelitian yang dilakukan oleh Oxford Economic pada beberapa waktu yang lalu dalam sebuah seminar yang diselenggarakan oleh SAP SE.

"Transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan dorongan vital bagi pendapatan, keuntungan dan pertumbuhan. Eksekutif perlu bertransformasi, dari sekadar memahami tuntutan yang tinggi, ke merealisasikan pelaksanaan yang menyeluruh di seluruh bisnis mereka," ucap Vivek Bapat, wakil presiden senior, kepala strategi Pemasaran dan Pemikiran Global SAP South East Asia.

Lebih jauh dijelaskan dalam studi tersebut bahwa sebagian besar pemimpin yang memiliki kemampuan di bidang digital, menunjukkan kinerja bisnis yang lebih baik.  Menurut peneliti tersebut para pemimpin digital rata-rata mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

1. Menyederhanakan proses pengambilan keputusan

Empat dari lima atau sekitar 80 persen pemimpin digital mengambil keputusan berdasarkan data dibandingkan 55 persen lainnya, dan ada dua dari tiga (63 persen) melaporkan bahwa organisasinya mampu memgambil keputusan secara real time. Digital leaders akan cenderung lebih transparan dan akan mendistribusikan pengambilan keputusan di seluruh bagian organisas.

2. Memprioritaskan keragaman dan inklusi 

Biasanya organisasi yang sudah terdepan dalam ekonomi digital, akan lebih memperlihatkan keragaman karyawan khususnya di jajaran tengah manajemennya dan mempunyai proporsi karyawan perempuan yang lebih tinggi. Perusahaan ini memiliki banyak program terkait keragaman, memahami dampak positif keragaman pada budaya dan menyamakan peningkatan keragaman dan kinerja keuangan.

3. Mendengarkan eksekutif muda

Penelitian tersebut menemukan sebuah fakta bahwa generasi millenial, dapat dengan cepat menduduki posisi pemimpin pada sebuah perusahaan. Karena 17 persen dari senior executive yang disurvei termasuk kategori millenial. Pemimpin tipe ini cenderung lebih pesimis daripada executive lainnya mengenai kesiapan digital perusahaan. Generasi millenial akan menduduki 50 persen dari angkatan kerja saat ini, dan mereka akan mempunyai kendali untuk mengubah budaya korporasi.

4. Berinvestasi pada teknologi generasi masa depan

Pada saat ini lebih dari 50 persen pemimpin telah bekerja mengandalkan kecerdasan buatan atau biasa disebut artificial intelligence (AI) dan pembelajaran mesin (machine learning). Mereka juga banyak berinvestasi pada big data dan analisis serta internet of things.(Manur)

Sumber/foto : ndotelko.com/entreprenenur.com