Ary Ginanjar : Bertahan Menghadapi Perubahan dengan VUCA

Leadership

INTIPESAN.COM - Cepat atau lambat perubahan itu akan terjadi, dan kita  semua pasti akan mengalaminya tinggal bagaimana kita bisa survive atau bertahan dalam era yang disebut dengan VUCA. Hal ini disampaikan oleh Ary Ginanjar pendiri ESQ Leadership Center dalam acara Asean Corporate Culture Forum (AACF) dengan mengambil tema Digital Mindset Transformation in VUCA Era pada Selasa (11/07) di Granada Ballroom, Menara 165, Jl TB Simatupang. 

VUCA itu sendiri adalah kepanjangan dari Volatility, Uncertainly, Ambiguity, dan Complexity, di dalam era VUCA ini semuanya bisa terkena disruptif bahkan pelakunya itu sendiri seperti Yahoo juga terkena dampaknya. Ary juga menegaskan agar kita semua jangan sampai salah fokus yang bisa menyebabkan salah langkah.

“Salah fokus sama dengan salah langkah, jangan melihat VUCA dari sisi disruptifnya saja,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara juga mengatakan disruptif yang terjadi ini bukan semata-mata bicara mengenai teknologi semata melainkan perubahan yang terjadi itu pada pola pikir manusianya.

“Jangan mendewakan teknologi, teknologi itu dimanfatkan oleh manusia,” ucap Rudiantara.

Rudiantara mengatakan peran pemerintah saat ini bukan lagi sebagai regulator tetapi sebagai fasilitator sehingga apabila ada start up baru bisa diketahui dan apa peran atau insentif yang bisa diberikan kepada pemerintah.

Pola pikir dan kebiasaan manusia sudah berubah, dulu membaca mencari informasi  dari Koran sekarang cukup buka handphone, semua informasi terpenuhi, tidak ada lagi yang menonton tv karena beralih ke tv online atau youtube, dari segi transportasi juga berubah.

Hadir pada acara itu yaitu Ary Ginanjar, pendiri ESQ Leadership Center, Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara dan Priyantono Rudito, Human Capital Management Telkomsel.

Priyantono mengatakan kalau masa depan itu bukan nanti melainkan sekarang, aplikasi digital sudah ada di depan mata, apa yang tidak pernah terpikirkan kini semuanya terjadi. Dan menurutnya, respon yang bisa kita lakukan adalah melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu. 

Acara AACF ini adalah yang ke-14 dan pernah sebelumnya dilaksanakan di Kuala Lumpur dengan menargetkan undangan dari perusahaan-perusahaan asing. (Manur).