Empat Langkah Mudah Membangun Coaching Mindset

Leadership

Mempelajari hal yang baru bagi sebagian besar orang tidaklah mudah, namun demikian kita telah mengalaminya sendiri tanpa disadari. Ini terjadi saat kita pertama kali masuk sekolah ataupun bekerja, yang menuntut kita untuk cepat beradaptasi dengan belajar menyesuaikan dengan sistem dan pola kegiatan baru. Mungkin banyak kesalahan akan terjadi, namun pada akhirnya kita bisa melakukan penyesuaian seiring dengan perkembangan pengetahuan dan pemikiran.

Menurut Joanne Maynard, senior coaching pada  The Ken Blanchard Companies’ Coaching Services seperti yang dikutip dari leaderchat.org pada Selasa (4/7) yang menyatakan bahwa  proses ini akan jauh lebih mudah apabila kita dibantu oleh orang lain yang berpengalaman. Karena mereka bisa membantu kita melalui sharing dari pengalaman yang diperolehnya. Proses ini sering disebut dengan istilah coaching.

International Coaching Federation (ICF) mendefinisikan coaching sebagai kemitraan bersama coachee dalam proses kreatif, untuk menginspirasi mereka memaksimalkan potensi pribadi dan profesional. 

Dalam konteks perusahaan modern saat ini, para pemimpin dituntut agar bisa memberikan pendampingan dan pelatihan kepada juniornya. Agar dapat melaksanakan hal ini setiap pimpinan harus memiliki terlebih dahulu apa yang dinamakan coaching mindset. Sebuah pola pikir yang bertujuan untuk mencari potensi orang lain   agar bisa dikembangkan secara positif. Berikut adalah empat cara untuk memulai hal tersebut.

1. Melakukan Komunikasi Teratur

Pemimpin  dengan coaching mindset yang baik, harus melakukan komunikasi secara teratur dengan juniornya. Karena hal tersebut akan memudahkan mereka dalam melakukan pemantauan perkembangan dan pembelajaran secara efektif. Ini harus dilakukan secara teratur dalam kurun waktu mingguan atau setiap dua minggu sekali.

2. Mengembangkan Potensi Sama Pentingnya dengan Rapat

Dalam mengembangkan potensi yang ada seorang pemimpin harus mengerti, bahwa hal ini sama pentingnya dengan mengadakan rapat perusahaan. Fokuslah pada upaya pengembangan individu, bukan hanya berkutat pada pertanyaan-pertanyaan yang tidak perlu disampaikan. Semakin baik upaya kita dalam mengembangkan potensinya, maka perusahaan juga akan semakin berkembang.

3.Memahami Nilai Belajar

Menciptakan lingkungan yang nyaman untuk belajar, sehingga setiap anggota yang ada bisa belajar dengan baik dan dapat mencoba pengetahuan baru secara bersama. Jadilah model pemimpin dan apabila ada masalah, cobalah untuk dicari  pemecahannya secara bersama melallui diskusi.

4. Berhati-hatilah Dalam Menarik Kesimpulan

Dalam menghadapi masalah mereka cenderung mencari jalan pintas, sehingga bisa didapatkan solusi yang cepat dan mudah. Namun demikian sebaiknya kita tidak terlalu cepat dalam mengambil kesimpulan, untuk itu kita perlu membahasnya secara lebih detil dengan segala kemungkinannya. Kita harus mempergunakan waktu dengan baik tidak terburu-buru dalam memutuskan sesuatu, dan setidaknya ini akan mengajarkan kepada mereka bagaimana cara menyelesaikan tugas dengan baik tanpa tergesa. Karena semua berkaitan dengan investasi perusahaan.

Ini semua memerlukan proses yang panjang, dan tugas pemimpin adalah mengawasi dan memberikan pembiaan. Seperti sebuah pepatah Tiongkok yang menyebutkan "berikan seekor ikan kepadanya dan Anda hanya akan memberinya makan selama sehari. Namun apabila kita mengajari seorang pria untuk memancing, maka Anda memberinya makan untuk seumur hidup.

 

Sumber/foto : leaderchat.org/