CEO Uber Akhirnya Mengundurkan Diri

Leadership

Setelah didera permasalahan internal yang berkepanjangan, akhirnya Travis Kalanick, CEO sekaligus pendiri Uber akhirnya mengundurkan diri pada Selasa (20/6). Pengunduran dirinya tersebut dikarenakan desakan dan tekanan dari para pemilik saham Uber, yang tidak ingin Kalanick tetap menjabat sebagai CEO karena tidak bisa menyelesaikan krisis yang terjadi. Demikian seperti yang dikutip dari laman New York Times pada Rabu (21/6) di Amerika Serikat.

Pengunduran diri Kalanick tersebut digambarkan cukup dramatis, oleh dua orang pemegang saham yang tidak ingin namanya disebut karena informasi tersebut masih bersifat confidential.

Sebelumnya pada hari Selasa, lima investor utama Uber menuntut agar kepala eksekutif segera mengundurkan diri. Para investor tersebut diantaranya Bill Gurley, dari Ventura Benchmark,  membuat surat permintaan untuk Kalanick agar segera mengundurkan diri. Dalam sebuah kopian yang The New York Times dengan tajuk "Moving Uber Forward", para investor mendesak Kalanick untuk segera pergi karena perusahaan tersebut memerlukan perubahan dalam kepemimpinan. 

Dalam menanggapi surat tersebut Kalanick sempat berkonsultasi dengan seorang anggota dewan Uber, dan setelah berdiskusi lama dengan beberapa investor dirinya setuju untuk mengundurkan diri. Namun demikian Kalanick tetap akan berada di dewan direksi Uber.

"Saya mencintai Uber lebih dari apapun di dunia ini, dan pada saat yang tersulit dalam kehidupan, saya telah menerima permintaan para investor untuk mengundurkan diri. Sehingga Uber dapat kembali dibangun dengan baik, daripada harus terganggu dengan konflik terus menerus," demikian jelasnya.

Dewan Uber mengatakan dalam sebuah pernyataan tersebut,  Kalanick telah bersedia untuk lebih "mengutamakan Uber". Sehingga pengunduran dirinya akan memberikan 'ruang perubahan" bagi manajemen Uber yang baru.

 

 

Sumber/foto : nytimes.com/techstory.in