Karyawan merupakan salah satu asset yang berharga bagi perusahaan, berkat peran mereka perusahaan bisa mencapai tujuan dengan hasil memuaskan. Untuk itu setiap perusahaan harus mampu mengelola karyawan yang dimilikinya dengan baik, agar mereka betah bekerja atau yang dikenal dengan istilah employee engagement.

Ilustration

Dalam upaya untuk meningkatkan kinerja PT Pos Indonesia (Persero) akan membangun sistem logistik yang ramping. Hal tersebut dapat dilakukan mengingat PT Pos bisa melakukan pemanfaatan insfrastruktur dan sumber daya manusia (SDM) yang tersebar di seluruh Indonesia. Serta adanya dukungan pemerintah sebagai salah satu backbone logistik nasional. Penjelasan ini disampaikan oleh Direktur Utama PT Pos Gilarsi W Setijono dalam acara Focus Group Discussion (FGD) pada Senin (23/1) di Graha Pos Indonesia, Bandung.

Memiliki tempat kerja yang menyenangkan menjadi salah satu point penting dalam keberlangsungan keberhasilan kerja perusahaan. Hal itu disebabkan karena suasana tempat yang menyenangkan berpengaruh pada psikologis karyawan, salah satunya dalam meningkatkan semangat kerja karyawan.

Untuk  memaksimalkan rasio elektrifikasi di Indonesia maka pemerintah akan melaksanakan Program Indonesia Terang (PIT), dengan mempergunakan alternatif Energi Baru Terbarukan (EBT). Hal tersebut dilakukan setelah program PIT dicanangkan oleh Menteri ESDM di Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat, pada Kamis (21/4) lalu.

Dalam melaksanakan PIT tersebut PLN akan mengutamakan sumber Energi Baru Terbarukan (EBT), untuk dapat memberikan listrik kepada masyarakat di daerah terluar Indonesia tersebut. Pembangkit listrik dalam PIT dikembangkan berdasarkan sistem kluster dan tidak menyambung ke sistem transmisi yang ada. Model pengembangan yang dilakukan PIT ini disebut sebagai pengembangan lepas-jaringan (off-grid).

Hal tersebut merupakan satu dari tiga alternatif pendekatan PIT, yang antara lain dilaksanakan  dengan ekstensi grid (untuk desa dimana PLN telah hadir) mini grid/off-grid (dengan KK yang berdekatan), serta solar home system (untuk desa dengan KK berjauhan). Melalui program ini diharapkan dapat memanfaatkan sumber EBT dengan lebih efektif dan mempercepat tercapainya target 25% EBT dalam bauran energi nasional tahun 2025.

Untuk pendanaan PIT dilakukan dengan cara gabungan dari APBN, investasi swasta dan masyarakat, serta dana hibah dari program-program corporate social responsibility (CSR) dari perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Indonesia. Ini diharapkan dapat menjaring hingga Rp 53 trilyun demi mempercepat penyelesaian PIT. Pertimbangan dana yang dibutuhkan adalah sebesar Rp. 100 Triliun, untuk memasok 1000MW listrik dari sumber Energi Baru Terbarukan.

 

PIT diterapkan melalui strategi inklusif, terjangkau, bertahap, serta transparan dan akuntabel. Inklusif berarti semua pihak terkait akan aktif dilibatkan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pemantauan. Terjangkau berarti harga langganan listrik energi terbarukan tidak melampaui daya beli masyarakat. Bertahap berarti program dimulai dari desa-desa DTPK di pelosok Indonesia timur dan secara bertahap menuju ke barat. Adapun transparan dan akuntabel diwujudkan dengan menyerahkan audit dan evaluasi dampak dari program ke pihak ketiga yang terpercaya. Kementerian ESDM memberikan perhatian lebih khusus kepada masyarakat di desa-desa DTPK agar mereka dapat segera mengenyam listrik. Tanpa kebijakan dan aksi mustahil listrik terakses sesuai target yang telah dicanangkan karena listrik tidak hanya sebagai penerangan tapi juga sebagai jendela masuknya peradaban.

 

Sumber : esdm.go.id/antarafoto.com