Berlibur akan Membuat Produktivitas Karyawan Meningkat

Performance Management

Dalam kurun waktu kehidupan manusia sejak jaman purba hingga modern, mereka selalu dituntut untuk bekerja guna memenuhi kebutuhan hidupnya. Rutinitas tersebut akhirnya menjadi salah satu budaya manusia yang bertahan hingga sekarang.

Pada kehidupan industri modern seperti sekarang ini manusia perlu bekerja sedikitnya selama 40 jam kerja dalam seminggu, dan setelah empat jam bekerja mereka sekurang-kurangnya harus melakukan istirahat selama 30 menit. Karena dalam sehari terdapat tujuh hingga delapan jam kerja secara normal, maka dalam tujuh hari (satu minggu) setiap karyawan berhak mendapatkan hari libur selama dua hari. Perhitungan tersebut belum termasuk  libur yang ditetapkan secara resmi oleh pemerintah.

Secara psikologis pada dasarnya semua orang membutuhkan liburan, karena dengan menjalani liburan mereka bisa menemukan hal baru dan bisa bersenang-senang, sehingga energi mereka kembali penuh saat menghadapi hari bekerja yang baru. Dengan melakukan liburan kita bisa selalu segar, setelah melakukan banyak aktivitas memusingkan di kantor maupun di rumah.

Sebuah hasil penelitian dalam Journal Applied Research in Quality of Life menunjukan bahwa rasa bahagia yang senang liburan akan meningkat tajam, dibandingkan mereka yang tidak liburan. Tidak hanya itu satu kali liburan juga dapat membuat seseorang merasa bahagia selama 8 bulan. “Tidak ada orang yang lebih bahagia selain mereka yang menikmati liburan,” kata Jeroen Nawijn, selaku  kepala penelitian.

Selain itu menikmati liburan akan membuat  kita awet muda, setidaknya itulah hasil penelitian dari The Global Commission on Aging and Transamerica Center di Amerika Serikat. Tidak hanya itu, liburan juga bisa membantu memuluskan kulit, karena dengan berlibur, rasa stress hilang, rasa senang pun meningkat. Hal ini dapat menunda lebih lama munculnya masalah kulit seperti keriput dan gejala penuaan dini. Di sisi lain pria yang tidak mengambil liburan tahunan terbukti memiliki resiko kematian 20 persen lebih tinggi, dan memiliki resiko terkena serangan jantung 30 persen lebih tinggi. 

Menurut lifehacks.org Berlibur juga berfungsi mengurangi kebosanan akibat rutinitas kerja, karena kantor bukan tempat yang bisa beri inspirasi. Melahirkan gagasan brilian  di tempat kerja merupakan hal yang sulit. Selain itu rasanya ssulit untuk bisa  kreatif atau merasa terinpirasi saat berada di bawah tekanan. Tapi saat berlibur dan merasa santai, kreativitas meningkat. Banyak gagasan yang akan datang sendiri menghampiri Anda.

Fungsi lain dari berlibur adalah untukmenenagkan pikiran, karena banyak pegawai yang merasa pening dengan terlalu banyak data dan pekerjaan. Saat bekerja otak Anda akan terus dipaksa berpikir demi menuntaskan berbagai tugas. Tapi saat berlibur, gagasan baru dan berbagai pemandangan indah akan merasa tenang dan siap bekerja.

Kemudian hal terpenting lainnya adalah bahwa  Anda membutuhkan perubahan. Karena dalam berkarir, perubahan ke arah lebih baik juga merupakan salah satu hal yang sangat diperlukan. Dengan berlibur setidaknya Anda akan mendapat memberikan perubahan yang diharapkan.(Manur)