Employee Engagement Merupakan Tantangan Terbesar bagi Perusahaan di Asia Pasifik

Performance Management

Sekitar 87% bagian HRD di perusahaan menyatakan bahwa tantangan terbesar mereka di 2017, adalah membentuk budaya perusahaan dan menumbuhkan interaksi pegawai atau employee engagement. Hal tersebut diperoleh dari riset yang dilakukan oleh Oracle di wilayah Asia Pasifik seperti yang disampaikan oleh Head of HCM, Oracle Asia Pasifik Yazad Dalal pada Selasa (1/4) sebagaimana dikutip dari nzbusiness.co.nz.

“Di dunia HRD, topik mengenai interaksi pegawai sudah sering dibahas -bagaimana interaksi yang baik antara perusahaan dan pegawai dapat mempengaruhi produktivitas. Tapi pertanyaannya, bagaimanakah menimbulkan interaksi tersebut? Bagaimana interaksi bisa ditingkatkan agar tercipta suasana kerja yang menyenangkan,” kata dalam rilisnya, kemarin.

Dalam studi tersebut ditemukan bahwa kurang dari setengah (49%) responden menyatakan bahwa perusahaan mereka memanfaatkan teknologi terbaru di tempat kerja, yang memungkinkan mereka untuk bekerja secara efektif. Sebagian responden mengatakan mereka yakin terhadap kepemimpinan di perusahaannya.

Walaupun demikian hanya 49% responden yang menyatakan, perusahaan mendorong mereka untuk mengejar kenaikan jabatan. Ini disebabkan kurangnya peluang yang setara untuk memperoleh kenaikan jabatan. Dengan keadaan seperti itu, tidak mengherankan masih banyak terjadi turnover di wilayah Asia Pasifik.

Untuk membantu mengatasi kurangnya interaksi pegawai, Oracle sudah mengidentifikasi delapan langkah untuk menciptakan budaya interaksi:

1. Melihat bagaimana pengalaman di tiap tingkatan itu bisa ditingkatkan secara digital. Bagaimana perusahaan bisa memberikan tampilan antarmuka dan pengalaman yang sama dengan yang diciptakan untuk pelanggan, dari proses perekrutan sampai pengembangan pegawai.

2. Meyakinkan bahwa program pengembangan pegawai itu cocok dengan tujuan pribadi mereka, bisa mempengaruhi kinerja bisnis, dan peluang kenaikan jabatan yang tersedia untuk mereka.

3. Menghubungkan kinerja dengan bonus uang, tapi juga mempertimbangkan apakah tujuan kinerja pegawai sejalan dengan nilai pribadi serta nilai perusahaan.

4. Membuat akses antara pemimpin dengan tenaga kerja. Ciptakan interaksi yang rutin untuk memperoleh masukan di antara ulasan kinerja yang terjadwal.

5. Menciptakan budaya di mana pegawai bisa mewujudkan tujuan dan nilai pribadinya, baik di kantor ataupun di rumahnya.

6. Menjaga agar peran pegawai tetap sejalan dengan kebutuhan bisnis, dan pastikan semua bisa melihat bagaimana usaha mereka mendorong kemajuan bisnis.

7. Sediakan kesempatan pada semua pegawai untuk belajar dan berkembang. Mereka akan selalu merasa sedang melangkah ke sesuatu yang lebih besar, dan mereka harus bisa melihat bagaimana rencana pengembangan itu membawa mereka menuju ke arah sana. Ciptakan interaksi dengan memberikan ulasan dan pemeriksaan status.

8. Perhatikan kesejahteraan pegawai, dan berusaha memahami apa saja yang menentukan kesejahteraan pegawai. Berusaha untuk menciptakan dunia kerja yang nyaman.

 

Sumber/foto : financialexpress.com/indotelko.com