Mengenal Balanced Scorecard pada Perusahaan Startup

Performance Management

Prinsip dasar Balanced Scorecard yang pertama kali dilontarkan oleh  Kaplan dan Norton telah terbukti memiliki pengaruh yang luas di bidangnya.  Meskipun organisasi secara sendiri-sendiri mencoba menambal sulam di sana-sini sesuai dengan kebutuhannya, tapi konsep itu tidak berubah.  Demikian menurut Bernard Marr, seorang pakar di bidang  big data.  Empat sudut pandang dalam Balanced Scorecard tidak hanya dapat diaplikasikan pada perusahaan besar dan nirlaba, kini bahkan pada perusahaan startup.

Empat Sudut Pandang

Sudut pandang Keuangan.  Perhatian utamanya adalah pada kinerja keuangan organisasi. Hal ini umumnya mencakup pendapatan dan target laba pada perusahaan komersial, sementara pada organisasi nirlaba/yayasan mencakup anggaran dan penghematan biaya. Kesehatan keuangan merupakan  hal penting yang harus diketahui oleh manajer. Selain itu, kinerja keuangan umumnya merupakan hasil dari kinerja bagus dari tiga tiga scorecard lainnya, yang diuraikan berikut ini.  

Sudut pandang Pelanggan.  Fokusnya pada target kinerja yang berkaitan dengan pelanggan dan pasar. Sudut pandang ini mencakup  pertumbuhan jumlah pelanggan, pelayanan, bagian pasar (market share) dan  pemerekan (branding). Ukuran-ukuran dan  KPI pada perspektif ini antara lain kepuasan pelanggan, tingkat pelayanan,  bagian pasar (market share), net promoter scores,  dan  brand awareness.  KPI merupakan kependekan dari Key Performance Indicators.  

Sudut pandang Proses Internal.  Fokusnya pada operasi internal dan mencakup sasaran yang terkait dengan proses kunci yang diperlukan untuk mendeliver kemauan pelanggan (customer objectives). Dari perspektif ini,  perusahaan membuat garis besar sasaran proses bisnis internal dan hal-hal yang organisasi harus lakukan secara internal untuk mendongkrak kinerja. Contoh tentang pengukuran dan  KPI mencakup perbaikan proses, peningkatan mutu dan pemanfaatan  kapasitas.

Sudut pandang Pembelajaran dan Pertumbuhan.  Fokusnya pada hal-hal tidak kelihatan tetapi yang menentukan masa depan (intangible drivers of future) dan biasanya dipecah-pecah ke dalam komponen sebagai berikut:

· Human Capital (keterampilan, talenta, dan pengetahuan)

· Information Capital (pangkalan data, sistem informasi, jaringan, dan infrastruktur  teknologi )

· Organisation Capital (budaya, kepemimpinan, kekompakan karyawan, kerja kelompok dan pengelolaan pengetahuan).

Contoh ukuran dan  KPI mencakup kelekatan karyawan (staff engagement),  penilaian keahlian (skills assessment), skor manajemen kinerja (performance management scores) dan  audit budaya perusahaan (corporate culture audits).

Tapi konsep BSC selama ini lebih cocok diterapkan pada perusahaan/organisasi besar, bagaimana dengan perusahaan startup, yang baru saja memulai usaha.  Tentu tidak perlu selengkap itu, tetapi nafas BSC perlu ada.  Aleksey Savkin seorang pakar scorecard dan penulis buku “10 Step KPI System,” menyampaikan pandangannya sebagai berikut.

 

Untuk Mendapat Dukungan Penanam Modal

Memulai suatu usaha dan mendapatkan dukungan investasi adalah  lebih mudah ketika seorang wirausaha telah memiliki customer value proposition yang didefinisikan dengan baik. Pendiri perusahaan harus yakin akan model bisnisnya, mengharapkan hasil finansial, dan  bagaimana sebaiknya sebuah perusahaan akan menggunakan modal venturanya.  Sementara itu tampaknya memang logis kalau perusahaan startup umumnya masih berkutat pada soal produk  dan melupakan kebutuhan konsumen serta  hasil finansial. 

Mengapa perusahaan startup memerlukan BSC? Adalah masuk akal jika ada dua pendapat tentang hal ini.  Pendapat pertama menyatakan untuk memperoleh pemahaman yang jelas tentang strategi.  BSC dengan sebuah peta strategi dan  KPI yang digabungkan ke dalamnya merupakan cara terbaik untuk mendapatkan suatu kristalisasi pemahaman secara jelas tentang hal-hal:

· Hasil keuangan yang diharapkan,

· Penciptaan nilai pelanggan (customer value proposition),

· Proses bisnis  yang memang perlu dimiliki  sebuah perusahaan, dan

· Pembelajaran  utama dan arah pertumbuhan yang dituju.

Sementara pendapat kedua, penerapan BSC adalah untuk “menjual” gagasan  kepada penanam modal.  Sesungguhnya penanam modal ingin tahu:

· Bagaimana dan kapan mereka akan mendapatkan kembali uangnya dalam bentuk keuntungan atau setelah menggelontorkan  investasi yang lebih besar;

· Masalah konsumen mana yang akan Anda layani, dan bagaimana model bisnis Anda, lalu apakah tim telah siap menyelesaikan masalah yang ada.

Dua pendapat tersebut memang penting, tetapi ketika menjelaskan gagasan tentang BSC kepada calon pendiri startup/investor, Aleksey Savkin melihat bahwa pendapat kedua lebih meyakinkan. Untuk itu, sangatlah mungkin mempresentasikan semua informasi ke dalam slide Power Point, tapi rumitnya adalah bahwa penanam modal berasal dari dunia korporasi dimana mereka memiliki standar untuk presentasi tentang suatu informasi dan BSC menjadi salah satu standar.  Idenya sebetulnya sederhana, ini mirip dengan mengapa organisasi nirlaba (non-profit organization) perlu menerapkan BSC.   

Strategi yang Memperlihatkan Penciptaan Nilai  bagi Pelanggan 

Aleksey Savkin juga menawarkan panduan tahap demi tahap dalam membantu dan menerapkan BSC (termasuk Online Training dimana Anda dapat membuat sendiri prototype scorecard sesuai kebutuhan perusahaan).  Hal-hal yang dicakup dalam BSC dan perlu diketahui oleh perusahaan startup  adalah: 

· Apabila Anda menyebut perusahaan sebagai  startup maka tentunya ia baru saja mulai, dan tentunya memerlukan suntikan modal  investasi.  Jika hal kedua adalah mutlak dibutuhkan, maka Anda harus menyatakan secara jelas hasil keuangan yang ingin dicapai, kapan akan mencapai hal itu dan kapan perusahaan akan surplus.  Inilah perspektif keuangan dari  perusahaan startup.

· Dalam bisnis baru, perlu ditentukan siapa pelanggan yang dituju.  Dalam perspektif pelanggan ini maka  yang utama adalah penciptaan nilai bagi pelanggan (customer value proposition).   Manfaat apa yang akan diperoleh pelanggan dengan adanya produk/jasa dari perusahaan startup ini.   Tapi yang sering dilupakan dalam perspektif  “pelanggan” adalah tentang adanya mitra.   Mitra/pemasok seperti apa yang Anda perlukan?   Dukungan macam apa dari pihak Anda yang dapat diberikan agar  pemasok dapat bekerja efektif dan efisien?  

· Proses bisnis internal. Sebutkan di sini sistem bisnis kunci yang Anda perlukan. Apa yang juga penting adalah memperlihatkan (by cause-and-effect links) bagaimana sistem bisnis ini akan membantu Anda mendeliver nilai yang dijanjikan kepada pelanggan.

· Pembelajaran dan pertumbuhan.  Gagasan yang umum dari perspektif ini adalah untuk memperlihatkan dimana Anda harus memusatkan pada upaya pembelajaran dalam menciptakan nilai terbaik bagi pelanggan.   Dalam hal Anda memerlukan tambahan modal, tentunya Anda tidak hanya sekadar butuh uang tapi juga keahlian di bidang tertentu.  Petakan prioritas pembelajaran Anda menggunakan perspektif ini.

Jelaskan dalam Bentuk Angka

Ketika Anda menyampaikan gagasan kepada penanam modal tidak perlu dipenuhi dengan suatu peta strategi  secara rinci. Cukup yakinkan bahwa para pengambil keputusan paham strategi Anda dan peran mereka di dalamnya.  Apa yang ingin mereka lihat adalah adanya penjelasan yang terang benderang  tentang bagaimana Anda akan menggunakan uang mereka dan bagaimana mereka tahu bahwa Anda berada di jalur yang benar:

1. Mulailah dengan indikator keuangan dan  data-data tentang pasar.   Yakinlah bahwa Anda paham  dan dapat menjelaskan kepada penanam modal  apa yang akan Anda gunakan untuk melacak keseluruhan sukses, termasuk sukses untuk mencapai tujuan yang spesifik.

2. Pada peta strategi  Anda hanya memiliki  beberapa sasaran bisnis.  Sasaran itu perlu dijelaskan dengan dukungan data-data.  Untuk tujuan presentasi Anda mungkin ingin menambahkan beberapa catatan untuk mendukung sasaran.

3. Bagi penanam modal, berikut mungkin adalah pertanyaan yang terpenting – berapa besar investasi yang Anda butuhkan dan bagaimana Anda akan menggunakannya?  Anda harus yakin tentang anggaran yang diperlukan untuk setiap sasaran utama dan biaya keseluruhan untuk  mengeksekusi strategi Anda.

Keuntungan (the bottom lines)

· Pertama-tama, pendekatan BSC akan membantu Anda untuk mengkristalkan pemahaman Anda tentang strategi perusahaan, penciptaan nilai pelanggan (customer value proposition), dan cara untuk mencapai hasil finansial tertinggi.

· Kedua, hal itu akan menjelaskan gagasan Anda kepada penanam modal.   Dia memang tidak akan menggantikan kisah yang diceritakan dengan baik melalui presentasi slides, tetapi memiliki peta strategi yang digabung dengan KPI, rencana dan rincian anggaran merupakan tambahan yang bagus (dan itu menjadi suatu keharusan).

· Terakhir tapi bukan yang terburuk adalah bahwa Anda akan mulai dengan suatu alat bisnis yang profesional, misalnya perangkat lunak BSC,  dan investasi jenis ini merupakan satu yang akan dapat dibayar kembali.  (Eko W)

 

Sumber/foto : bscdesigner.com/squarespace.com