12 Soft Skills yang Harus Dimiliki Setiap Karyawan

Performance Management

Bagi setiap pemiliki perusahaan ada berbagai hal yang perlu diperhatikan dalam menjalankan perusahaan agar dapat berjalan secara optimal, salah satunya adalah kualitas karyawan yang bekerja. Kualitas tersebut bergantung kepada kemampuan hard skills dan soft skills yang dimilikinya.

Penny Loetto menyebutkan beberapa soft skills yang harus dimiliki oleh setiap karyawan, agar mereka bisa  meningkatkan kualitas kerjanya. memang sebagian masuk kategori keterampilan yang agak hard skills.   Tergantung pada organisasi atau bidang usahanya, para pemilik perusahaan memerlukan keahlian-keahlian tertentu yang dapat menjadi penentu keberhasilan dan pengalaman karyawannya pada masing-masing pekerjaan.    

Definisi  Soft Skills

Soft skills berhubungan dengan seperangkat keterampilan yang dimiliki oleh seseorang, yang akan membuat dia menjadi karyawan yang bagus tanpa melihat di mana dia bekerja atau apa yang dia kerjakan.  Ketika berpikir tentang  soft skills, kita berpikir tentang kualitas kepribadian, sikap, perilaku baik yang tercermin dari ucapan maupun tindakan, dan kebiasaan yang akan membuat seseorang enak diajak bekerja, dan merupakan anggota tim yang bernilai. 

Individu yang memiliki perbuatan tanpa cela dan kemampuan untuk memahami, adil dan penuh perhatian (compassionate) adalah tipe orang yang kita semua senang bekerja dengannya. Itu berarti juga seseorang yang memiliki etika kerja dan  akan melakukan apa yang membuat pekerjaan dapat diselesaikan, itulah yang dimaui oleh para bos pemilik perusahaan. 

Kita seringkali juga mempunyai teman atau anggota keluarga yang kita sukai, tetapi begitu masuk pada urusan pekerjaan kita segera sadar bahwa mereka bisa sangat mengecewakan.   Sahabat yang baik belum tentu akan menjadi rekan kerja yang baik.   Ketika diajak berbicara pada urusan yang remeh temeh dia sangat antusias dan ramah, tapi kalau diajak melakukan sesuatu yang serius tidak pernah ada komitmennya.

Apa saja soft skills yang perlu dimiliki oleh seorang karyawan, untuk mendukung keberhasilannya dalam berkarier.    Paling tidak sikap dan keterampilan berikut merupakan persyaratan standar yang pantas dimiliki karyawan.

1. Sikap Positif (Positive Attitude)                                                                                                      

 Suatu sikap positif akan dapat menyebabkan seseorang melakukan hal yang menakjubkan dengan membawa suatu unit kerja atau bahkan perusahaan berbalik arah dari kinerja buruk  menjadi lebih baik.  Sikap positif karyawan dapat menimbulkan ketagihan di kalangan pengusaha.  Tentu saja sangat penting bagi mereka mendapat sebanyak mungkin karyawan yang memiliki sikap mental positif, karena tidak perlu banyak orang untuk menghancurkan suatu unit kerja atau perusahaan.

Sikap positif bisa diawali dari pikiran positif terlebih dahulu.  Setiap menghadapi suatu tantangan atau cobaan, ia selalu melihatnya dari sudut pandang positif, diambil hikmahnya.  Kegagalan tidak dianggap sebagai akhir dari segalanya, tapi merupakan alat yang akan membuat dirinya lebih kuat.

2. Etos Kerja yang Kuat

Mempekerjakan orang yang memiliki etos kerja kuat merupakan kunci sukses bagi pengusaha.  Sayangnya etos kerja yang kuat ini tidak dapat diajarkan.  Ketika seseorang akan masuk ke dalam suatu organisasi, akan kelihatan apakah dia memiliki etos kerja yang kuat atau tidak.  Memang etos kerja ini lebih banyak dipengaruhi oleh faktor lingkungan tempat seseorang dibesarkan.  Seorang ayah yang dari kalangan wirausaha umumnya akan menularkan etos kerja kuat kepada anak-anaknya.   

Faktor bawaan ini betul-betul di luar kendali pemberi kerja, apapun pelatihan yang diberikan maupun pengawasan yang dilakukan terhadapnya.    Karena itu memang ada suku bangsa tertentu yang memiliki etos kerja kuat, seperti Jepang, Korea, dll.  

3. Komunikasi dan Hubungan dengan Sesama

Kemampuan berkomunikasi merupakan salah satu senjata untuk berhasil dalam karier.  Seorang karyawan perlu tahu bagaimana melakukan komunikasi baik dengan supervisor, rekan sekerja maupun pelanggan.   Banyak orang pintar akhirnya bekerja bagi teman kuliahnya yang lebih bodoh, hanya karena yang lebih bodoh pintar melakukan lobi atau komunikasi dengan mitra bisnis.

4.  Kemampuan dalam Pengambilan Keputusan  

Karena masalah selalu ada dan tidak mungkin dihindari, karyawan yang dapat mencari solusi terhadap masalah yang dihadapi sehari-hari, akan sangat berguna bagi perusahaan.  Karyawan yang tidak mampu menyelesaikan suatu masalah yang spesifik, tetapi mau mencari bimbingan juga baik adanya sehingga dia akan menjadi karyawan yang kompeten dan dipercaya.

5. Keterampilan Mengelola Waktu         

Sebagai karyawan yang memiliki orientasi pada hasil, keterampilan dalam mengelola waktu menjadi kunci agar dapat menyelesaikan tugas secara tepat waktu.  Ada kalanya kita memiliki rekan kerja yang sangat perfeksionis, hasil kerjanya bagus, tapi waktu pengerjaannya bisa molor dua atau tiga kali dari yang seharusnya.  Tipe demikian lebih cocok untuk bekerja mandiri sebagai seniman, dan bukan karyawan yang dituntut tenggat waktu (dead line).    

Bekerja di perusahaan harus berpacu dengan waktu, karena perusahaan memiliki target yang harus dicapai.     Target itu diturunkan ke level yang lebih rendah hingga ke tingkat karyawan.

6. Fleksibilitas 

Cara perusahaan melakukan bisnis di pasar yang penuh persaingan sekarang ini, dapat berubah sewaktu-waktu.  Adalah kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungan yang akan membantu organisasi maju terus dan mampu bertahan.  Jika perlu, memang perusahaan harus mengganti lini produknya agar tetap diterima di pasar.  Perubahan seperti ini memerlukan karyawan yang juga mampu menyesuaikan diri dengan tuntutan baru.

7. Bekerja dalam Tim  

Di masa lalu, karyawan seringkali mencari pekerjaan yang sesuai dengan minatnya untuk bekerja secara mandiri atau terlibat dalam suatu tim. Tapi belakangan ini banyak pekerjaan memerlukan kerja tim untuk penyelesaiannya, meskipun ada juga kebutuhan untuk menyelesaikan tugas individual.  Paling tidak kerja dalam tim akan lebih banyak peluangnya.   

8. Keterampilan Menggunakan Komputer 

Hampir setiap pekerjaan saat ini memerlukan pengetahuan dasar komputer dan pemahaman teknologi.  Apakah pekerjaan itu hanya sekadar mencatat, penguasaan spreadsheets,  atau presentasi, pengusaha ingin karyawannya dapat melakukan itu semua.    Keterampilan ini diperlukan ketika seseorang harus membuat suatu laporan hasil kerja.  Pendapat lain memasukkan keterampilan penguasaan komputer sebagai hard skill.

9. Keterampilan Membuat Prioritas

Karyawan yang mengerjakan pekerjaan rutin sehari-hari perlu mampu membuat urutan agar dapat menyelesaikan tugas-tugasnya dalam waktu sesingkat-singkatnya.  Menentukan prioritas menjadi penting ketika ada pekerjaan yang sifatnya mendesak dan ada pekerjaan yang dapat ditunda terlebih dahulu.    

10. Percaya Diri

Karyawan yang percaya diri dapat menjaga diri mereka secara pribadi dari berbagai tantangan yang dialami dalam pekerjaan. Rasa percaya diri memberi karyawan dorongan kuat ketika mengejar tujuan pribadi maupun tujuan organisasi.

11. Kesediaan Menerima Kritik yang Membangun

Selalu ada ruang bagi setiap karyawan untuk tumbuh dan belajar.  Karyawan yang mampu menerima kritik atau masukan dapat menggunakannya untuk meningkatkan kinerjanya sehingga ia akan dipandang sebagai anggota tim yang berguna bagi organisasi.

12. Keterampilan Melakukan Riset

Dengan dukungan komputer dan teknologi, seorang karyawan akan dengan lebih mudah melakukan kegiatan riset kecil-kecilan yang akan sangat berguna untuk mendukung tugas-tugasnya.  Ia perlu mendapatkan informasi penting ketika menangani suatu proyek, dan mengidentifikasi bagaimana dan  apa yang dilakukan oleh pesaing perusahaan tempat dia bekerja.  

Keahlian melakukan riset sebetulnya masih masuk dalam kategori hard skill, karena memerlukan pengetahuan dan keahlian khusus dan perlu pengasahan agar seseorang dapat menjadi peneliti andal, tapi Penny Loretto memasukkannya ke dalam soft skill.  (Eko W)

 

Sumber/foto : thebalance.com/elearningindustry.com