Ada Kesenjangan SDM dengan Kebutuhan Pilot di Indonesia

Organization Development

Ada gap antara lulusan baru di sekolah penerbangan dengan kebutuhan pilot di dunia industri, dan hal ini menjadi perhatian Menteri Perhubungan Budi Karya  yang meminta untuk ditata ulang manajemen sekolah penerbangan yang mencetak pilot-pilot. Penataan ulang ini diperlukan karena jumlah lulusan pilot tidak bisa terserap oleh industri penerbangan dalam negeri sehingga imbasnya banyak pilot yang menganggur. Demikian yang disampaikan oleh Menteri Perhubungan  Budi Karya pada Jumat (8/9) di Jakarta.

“Saya memikirkan bahwa harus diberikan suatu cara yang memang professional, jangan bikin sekolah sembarangan. Sekolahnya akan kita kurangi. Jumlahnya akan kita batasi,” jelasnya.

Budi mengatakan saat ini jumlah pilot yang belum mendapatkan pekerjaan mencapai ribuan, tepatnya saat ini kurang lebih 1200 pilot belum bekerja. Tentunya hal itu dinilai sangat merugikan.

Untuk memfasilitasi pilot yang belum bekerja tersebut, Budi akan melakukan seleksi ketat sehingga nantinya bisa diserap oleh industri penerbangan. Kemenhub akan bekerja sama dengan para  pengelola maskapai di Indonesia sehingga diharapkan penggunakan pilot asing akan dikurangi.

“Tahap pertama akan ambil 300 sampai 400 pilot. Dari situ dididik, tidak tahu nanti apakah satu bulan, apakah dua bulan. Setelah dididik kita lihat lagi yang 100 terbaik harus segera diterima di maskapai,” ucapnya lagi.

Sementara bagi pilot yang tidak lulus seleksi akan bisa diikutkan dalam program magang di seluruh maskapai di Indonesia. Hal ini diperlukan karena ditegaskan Budi Karya, pilot merupakan salah satu profesi yang banyak dicita-citakan para pemuda Indonesia. Untuk itu sudah menjadi kewajiban pemerintah bisa menjamin lulusan pilotnya bisa segera bekerja.

Sebelumnya, sudah ada kerjasama antara Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) dengan PT. Garuda Indonesia untuk melakukan kerja sama pelatihan SDM Penerbangan bagi kedua belah pihak.

“Bentuk kerja sama kedua belah pihak yaitu pertama pilot-pilot Garuda maupun Citilink dapat menggunakan simulator pesawat A320 milik STPI Curug untuk melakukan peningkatan rating atau initial rating pilot,” kata Tommy, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian Perhubungan.(Manur)

 

Sumber: bisnis.liputan6.com/pbs.twimg.com