CEO ini Hafal Hari Ulang Tahun 7,400 Pegawainya

Organization Development

Pernahkah kita berpikir bahwa menciptakan hubungan kerja yang kompak dalam sebuah perusahaan, ataupun membangun sebuah budaya perusahaan bisa diawali dari hal sederhana. Setidaknya itulah yang dilakukan oleh Sheldon Yellen, CEO BELFOR Holdings, Inc., di Inggris kepada setiap karyawannya yang berulangtahun, dengan mengirimkan kartu ucapan yang ditulisnya secara pribadi langsung ke mereka. Setiap hari Yellen menuliskan sekitar 20 kartu ucapan, jadi selama setahun dirinya mengirimkan 7,400 surat kepada para karyawannya. 

Mungkin kelihatannya berlebihan ataupun sepele, namun bagi karyawan itu adalah hal yang luar biasa. Karena mereka merasa dihargai oleh pimpinan, sehingga para karyawan Yellen pada akhirnya membalas kebaikan tersebut dengan bekerja lebih baik. Walaupun beberapa pihak menganggap hal ini sebagai salah satu bentuk penghamburan biaya yang tidak perlu, tapi setidaknya Yellen mengklaim bahwa kebiasaannya tersebut telah menciptakan atmosfir yang lebih ramah dan secara positif mempengaruhi bisnis. Dia juga mengatakan bahwa itu adalah katalisator yang baik untuk berkomunikasi dengan  para pegawainya.

Apa yang dilakukan  Yellen sebenarnya bukan hal yang baru, karena dirinya telah melakukannya sejak 1985. Dalam hubungan industrial modern konsep ini menjadi semakin penting, karena menurut sebuah studi dari Make Your Day dan Badgeville, juga menunjukkan bahwa uang dan barang bukanlah motivator utama bagi pekerja/ Ada hal lain yang lebih penting dan bisa membuat mereka nyaman bekerja.

70 persen individu menyatakan bahwa perasaan dihargai oleh manajemen lebih berarti daripada materi yang mereka terima setiap bulannya. 83 persen karyawan mengatakan bahwa pengakuan atas kontribusi mereka, jauh lebih memuaskan daripada hadiah atau hadiah apa pun. Sedangkan 76 - 83 persen dari mereka juga sangat termotivasi, oleh pujian yang diberikan oleh pimpinan ataupun rekan kerja. Akhirnya ini membuat sebagian besar atau 90 persen pekerja mengaku bahwa lingkungan kerja yang nyaman dan menyenangkan, sangat memotivasi mereka dalam bekerja.

Karyawan yang merasa nyaman dalam bekerja mengalami peningkatan produktivitas 26 persen, yang berimbas pada kenaikan keuntungan perusahaan secara signifikan hingga 13 persen lebih tinggi daripada sebelumnya.

Menurut penelitian dari Blackhawk Engagement Solutions mengungkapkan, 64 persen dari karyawan generasi millenial lebih menyukai pengakuan individu versus tim. Mereka juga  menilai penghargaan dari para manajer atau melalui pengumuman perusahaan, jauh lebih bermakna dari pujian rekan ekerja. Studi ini juga menunjukkan bahwa 85 persen dari generasi ini ingin mendapat penghargaan yang lebih baik, dan 80 persen menyukai tawaran untuk  promosi dalam pekerjaan ataupun karir. 

Menurut Rodney Mason, Blackhawk's GVP of Marketing, menjelaskan bahwa para pekerja generasi tersebut banyak yang menginginkan penghargaan atas kerja mereka dari orangtua ataupun teman dalam kehidupan sosial mereka. Di tempat kerja mereka juga mengharapkan hal yang sama dari pihak  manajer ataupun pimpinan.

Dalam kaitan dengan kebiasaan yang dilakukan oleh Yellen sejak 1985 tersebut, setidaknya telah  memberikan pengertian pada generasi millenials bahwa mereka merupakan elemen penting dalam sebuah organisasi. Bukan hanya sebagai sebuah statistik semata. Ini akan menjadi semakin penting pada beberapa tahun mendatang, karena generasi millenials akan menjadi tulang punggung generasi pekerja di masa depan.

Yellen jug telah menemukan sebuah cara yang cukup efektif dan murah, dalam menujukkan tingkat perhatian dan penghargaannya kepada para karyawan. Namun demikian ada banyak cara lain yang bisa dipakai guna menunjukkan penghargaan kita atas hasil kerja karyawan. Seperti misalnya dengan memberikan pujian kepada karyawan lewat sosial media mereka, ataupun dengan membelikan mereka makanan kecil dan kopi disertai dengan memo apresiasi hasil kerja. Bahkan dapat pula dilakukan dengan mengundang mereka untuk makan siang bersama di akhir minggu.

Pujian yang disampaikan tidak harus terpaku pada  prestasi kerja mereka secara statistik, namun juga penghargaan karena mereka dapat memberikan sumbangan ide ataupun sebuah solusi masalah yang dihadapi oleh perusahaan.

Menurut Yellen berbagai bentuk penghargaan ataupun pujian ini cukup pentiing, karena sebuah bisnis juga banyak ditopang oleh adanya kehadiran para pekerja. 

Sehingga jika perusahaan lebih memprioritaskan keuntungan daripada memperhatikan aspek manusia, maka kemungkinan besar kita telah menempatkan perusahaan dalam situasi yang berbahaya. Namun apabila pihak manajemen mau memperhatikan karyawan dan membuka komunikasi dua arah dengan mereka, serta menyatakan bahwa setiap karyawan yang ada sangat penting dan bermakna bagi perusahaan. Maka mereka juga akan menghargai perusahaan. Apabila ini tercapai maka perusahaan akan dapat bersinergi dengan para karyawan dalam mencapai tujuan bersama.

 

Sumber/foto : inc-asean.com/businessbigwigs.com