Tiga Kunci A untuk Merekrut Karyawan Terbaik

Recruit & Selection

Ada tiga hal yang harus diperhatikan ketika akan merekrut seorang karyawan.  Tiga hal itu adalah Attitude, Aptitude dan Alignment.  Hal tersebut pernah dinyatakan oleh  G. Eric Allenbaugh, Ph.D, konsultan kepemimpinan, pembicara seminar dan executive coach.

Seorang eksekutif di perusahaan Nordstrom yang diwawancarai mengatakan, kami tertarik pada kesesuaian calon dengan budaya yang ada di Nordstrom dan komitmennya pada pelayanan pelanggan, daripada apa yang kami lihat pada daftar riwayat hidup.   Nordstrom, Inc adalah sebuah perusahaan pasar swalayan di Amerika yang menjual barang-barang mewah, bermarkas di Seattle, Washington, didirikan pada 1901 oleh John W. Nordstrom and Carl F.

Sementara itu seorang eksekutif di Maytag juga memberikan pendapat yang senada. Maytag Corporation adalah perusahaan di Amerika yang menjual alat-alat rumah tangga, kini dimiliki oleh Whirlpool Corporation setelah terjadi akuisisi pada April 2006.  Awalnya, Maytag Washing Machine Company didirikan pada 1893 oleh seorang  pengusaha bernama Frederick Maytag.  

Southwest Airlines “mempekerjakan orang karena sikapnya dan baru kemudian melatih orang untuk mendapatkan keterampilan.”   Southwest Airlines merupakan maskapai penerbangan berbiaya murah dan yang terbesar di AS, berpusat di Dallas, Texas, dan didirikan pada  1967.

Almarhum Steve Job  salah satu pendiri Apple Computer juga pernah mengatakan “Kami mempekerjakan orang pilihan dan menciptakan lingkungan dimana orang boleh melakukan kesalahan dan bertumbuh.    

Attitude, Aptitude, dan Alignment

Organisasi yang berorientasi pada sukses umumnya memilih karyawannya secara tepat, lalu mengembangkan orang bertalenta tersebut untuk mengeluarkan seluruh daya mampunya.  

“Kita harus paham dalam menangani  orang beralenta,” menurut  Tom Peters.

Tiga hal yang tidak dapat ditawar-tawar ketika mempekerjakan orang adalah: Attitude, Aptitude, dan Alignment.   Attitude atau sikap mental dapat juga diidentikan dengan semangat.  Aptitute bisa diidentikan dengan talenta atau kelebihan yang dimiliki oleh seseorang, atau bisa juga berarti kecerdasan.  Sementara itu Alignment adalah kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja atau kebersamaan di dalam tim.  

Jangan tergoda untuk mempekerjakan pelamar yang memiliki keahlian sangat tinggi namun kurang baik dalam hal sikap mental dan kemampuan bekerjasama dengan rekan sekerja.     Dalam jangka panjang, bisnis Anda atau pelanggan Anda akan merasa lebih nyaman  bekerjasama dengan karyawan yang memiliki sikap dan aptitute bagus meskipun keterampilannya agak kurang.    Keterampilan dapat ditingkatkan seiring dengan berjalannya waktu.   Bandingkan apabila perusahaan terlanjur merekrut orang yang tidak tepat.    Biaya emosinya (emotional cost) akan sangat tinggi.

Mempekerjakan orang dengan sikap mental yang baik, secara strategis akan membuat perusahaan menguntungkan dan produktif di masa depan.   Sikap mental yang bagus akan menghasilkan etika kerja, pelayanan pelanggan, kerjasama, mutu, keselamatan kerja, akuntabilitas pribadi, penyesuaian diri dan pengawasan terhadap sumber daya milik perusahaan.   Komitmen untuk mempekerjakan orang yang terbaik dalam jangka panjang akan berdampak pada keunggulan kompetitif perusahaan dalam  memenuhi kebutuhan pelanggan melalui produk atau jasa yang unggul (superior).   

Tanpa ada komitmen untuk mempekerjakan karyawan pemenang,  energi kreatif hanya akan habis untuk mengurusi masalah-masalah yang berhubungan dengan kinerja buruk.   Sekali lagi sukses merupakan hasil  dari  upaya yang sungguh-sungguh, dilakukan secara sadar dan  secara prinsip benar, sejak dari awalnya.  

“Ketika kita dapat menemukan kelebihan di dalam diri orang lain, kita juga akan mengeluarkan yang terbaik dari dalam diri kita,” kata William Arthur Ward.

Angsa dan Bukan Bebek

Hewitt Associates, perusahaan konsultan di bidang penggajian (compensation) dan manfaat  (benefit), memiliki pengalaman merekrut para karyawan pemenang.   Perusahaan itu   menggunakan rumus SWAN dalam memilih orang terbaik untuk dipekerjakan.  SWAN merupakan kependekan dari  Smart, Work Hard, Ambitious, Adaptable, Accountable, Nice.  Jika Anda ingin mempekerjakan Swan (angsa), pilihlah angsa dan bukan duck (bebek).   

Bebek tidak akan dapat menjadi angsa, apapun yang Anda lakukan.  Orang harus memiliki aptitude agar dapat melaksanakan pekerjaannya secara baik.  Bahkan dengan sikap yang positif pun orang belum tentu mampu bekerja secara efektif kalau bidang tugasnya memerlukan kemampuan yang tinggi.   Bebek yang paling bersemangat tidak akan dapat terbang seperti angsa.  Pastikan bahwa Anda merekrut orang bertalenta yang menguasai bidang tugasnya.

Alignment  merupakan syarat ketiga dalam mempekerjakan orang.   Hal ini menunjuk pada kesesuaian antara pelamar dengan misi, visi, nilai-nilai dan budaya perusahaan.  Keajaiban akan terjadi apabilai visi dan nilai-nilai karyawan sesuai dengan visi dan nilai-nilai perusahaan.  Apabila misi, visi dan nilai-nilai perusahaan tidak menyalakan semangat  calon karyawan, maka cari lagi orang lain hingga betul-betul ada kesesuaian  di antara keduanya.  Anda tidak boleh berhenti untuk mencari karyawan baru bagi perusahaan.

Disneyland mewajikan setiap karyawannya untuk ikut orientasi secara ekstensif yang diberikan oleh para pengajar di Disney University.   Proses orientasi yang direncanakan secara serius ini bermaksud mengintegrasikan karyawan baru ke dalam  tradisi, budaya dan cara Disney melakukan bisnis.   Karyawan baru harus mengalami rasa memiliki perusahaan bersama dengan suatu tim untuk menciptakan pengalaman menyenangkan bagi para pengunjung taman bermain.  Bahkan laporan tahunan Disney kepada para pemegang sahamnya  senantiasa dihiasi dengan kata-kata “impian,” “kegembiraan,” “kebahagiaan,” “imajinasi,” dan “keajaiban.”  Upaya yang sungguh-sungguh ini memengaruhi  baik terhadap keuntungan perusahaan maupun semangat karyawan.

Pertanyaannya bukan “Bagaimana kalau orang yang dilatih ini kemudian keluar dari perusahaan  ?” tetapi “Bagaimana kalau orang yang dilatih ini kemudian kerasan bekerja di perusahaan?”  Demikian menurut Brian Tracy.   Salah satu perusahaan ada yang memiliki kebijakan bahwa sebelum seseorang boleh dipromosikan,  ia harus menyiapkan pengganti yang sehebat diri mereka.   Mereka berkonsentrasi mempekerjakan para pemenang dan mengembangkan “raksasa” yang  senantiasa siap untuk memimpin perusahaan.   Posisioning strategik HR seperti ini akan menghasilkan keuntungan dan kepuasan pelanggan yang terus meningkat dan pemenuhan tuntutan karier karyawan.

Seorang sopir yang menjemput penulis artikel ini menceritakan bahwa bekerja di hotel tempatnya bekerja sekarang merupakan pengalaman yang menyenangkan.  Di tempat lain ia hanya ditempatkan pada bidang pekerjaan yang levelnya lebih rendah dan orang biasanya malas melakukan.   Di hotel yang sekarang bahkan ia diberi kesempatan juga untuk belajar pekerjaan lain seperti  menggunakan komputer.   Mendengarkan tentang kegairahan dia dalam bekerja  dan kepuasan terhadap majikannya membuat penulis artikel ini menyelidiki lebih lanjut tentang budaya perusahaan.  Sebagai tamu hotel penulis kemudian juga mewawancarai karyawan lain termasuk General Manager-nya.  Semua berbicara tentang rasa bangga mereka bekerja di hotel dan pada gilirannya memberikan pelayanan yang luar biasa.

Akar dari semua sikap positif  dan iklim yang produktif tersebut adalah adanya komitmen yang kuat untuk mempekerjakan para pemenang – orang yang dapat diberdayakan untuk melakukan tugasnya dengan baik.  Mereka tidak sekadar membicarakan tentang pemberdayaan.  Mereka mengubah pemberdayaan dari konsep menjadi kenyataan, dimulai dengan mempekerjakan orang yang menunjukkan sikap pelayanan pelanggan dan perilaku yang baik.    

Program pelatihan antar fungsi juga dapat membentuk fondasi cadangan yang kuat, selain juga menyadarkan karyawan bahwa tugas-tugas di bagian lain juga sama pentingnya.   Rapat rutin karyawan juga akan membuat mereka selalu mendapat informasi tentang kemajuan perusahaan, sambil memberi kesempatan untuk merayakan keberhasilan baik secara individu maupun kelompok.    Kendati tergolong  baru dan mengalami persaingan yang ketat, hotel itu  berhasil meraih tingkat hunian di atas rata-rata, 95% dan pelanggannya menengah ke atas.   Seperti halnya dengan Southwest Airlines – maskapai penerbangan berbiaya rendah di AS, proses mempekerjakan para pemenang berhasil menelurkan hasil positif.    Mencapai  keberhasilan positif bukan diraih secara dadakan.  Pada organisasi berkinerja tinggi, para pemimpin hanya perlu melakukan hal-hal yang fundamental secara benar.    Mereka hanya perlu mulai mempekerjakan para pemenang.  

“Anda dapat membeli anjing yang cantik, tetapi tidak Anda tidak dapat membeli ekornya yang bergoyang lincah,” ujar  Brian Tracy.  (Eko W)

Sumber/foto : allenbaugh.com/expertbeacon.com