Persiapan Saat Menghadapi Wawancara Kerja

Recruit & Selection

Saat mencari pekerjaan baru, ada satu hal yang perlu diingat yaitu selalu menyiapkan jawaban saat ditanya alasan meninggalkan pekerjaan terakhir. Karena untuk mendapatkan pekerjaan baru, persoalannya tak hanya seputar mencari pekerjaan yang cocok untuk kita. Melainkan juga menjawab dengan tepat berbagai hal yang ditanyakan saat wawancara kerja berlangsung. Demikian isi artikel yang ditulis oleh Katherine Burik, pendiri The Interview Doctor.

Lebih jauh Burik menjelaskan pula bahwa jawaban yang diberikan harus terlihat alami, artinya jangan sampai membeberkan kesulitan ataupun konflik yang terjadi (apabila ada) di tempat terakhir kita beekerja.

“Tidak perlu malu karena meninggalkan pekerjaan. Namun jangan sampai mengundang pertanyaan lebih lanjut, misalnya tentang posisi atau kondisi terakhir saat meninggalkan pekerjaan tersebut,” ungkapnya. 

Selanjutnya kita juga harus mengatakan dengan penuh percaya diri dan tanpa rasa takut, agar tidak mengundang pertanyaan yang lebih banyak. Jadi cobalah untuk menuliskan jawaban atas pertanyaan yang mungkin akan disampaikan, dan berlatihlah agar semuanya terlihat wajar.

Jon Gregory, seorang spesialis pencari pekerjaan, aplikasi dan wawancara setuju agar kita saat  menghadapi sesi wawancara terlihat percaya diri dan tidak berlebihan.

“Anda tidak harus merasa defensif tentang alasan meninggalkan pekerjaan yang lama. Dalam keadaan itu, serta tidak perlu  meminta maaf karena meninggalkan peran tersebut. Jika itu terjadi maka justru akan menumbuhkan kesan negatif,” urainya. 

Selain itu jangan pernah menyebutkan alasan meninggalkan pekerjaan dalam surat lamaran, setidaknya hal ini disarankan oleh Victoria McLean,  Pimpinan Eksekutif CityCV.co.uk.

“Pamerkan kekuatan Anda dan apa yang telah dicapai. Jangan mengatakan mengapa Anda meninggalkan pekerjaan, tapi sebutkan apa yang bisa Anda lakukan di kantor baru dan mengapa pekerjaan baru ini begitu menarik,” ujarnya. 

Sementara itu, penasihat karier dan koordinator kemitraan National Careers Service, Julie Taylor mengatakan, menyebutkan alasan meninggalkan pekerjaan sebelumnya sebaiknya dilakukan saat wawancara. 

“Anda hanya perlu menjabarkan alasan mengapa meninggalkan pekerjaan pada saat wawancara, bukan dalam surat lamaran,” ungkapnya. 

Ada baiknya saat sedang mencari pekerjaan baru, kita mencocokkan kemampuan dengan pekerjaan baru. Namun hal ini bukan berarti membatasi diri, dengan hanya mencari pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan.

“Jika terlalu fokus pada keterampilan, Anda mungkin kehilangan pilihan yang lebih luas. Mengapa tidak menghabiskan waktu untuk berpikir tentang segala sesuatu yang bisa Anda nikmati dan hal-hal yang membuat takjub? Juga perlunya mempertimbangkan kendala yang akan dialami pada masa yang akan datang,” jelasnya lebih jauh. 

McGuire, pendiri Giraffe CV menganjurkan agar kita untuk lebih krreatif dalam menemukan pekerjaan ideal, ketika sedang menganggur. Kuncinya adalah dengan memutuskan hal yang kita inginkan, kemudian tetap termotivasi mencari pekerjaan yang sesuai dengan minat dan kemampuan.

“Hambatan muncul ketika seseorang tidak mengerti atau bingung tentang posisi mereka di pasar kerja,” kata George Brown, Manajer Layanan Karir di London School of Business and Finance. 

Menurutnya kita harus  tetap fokus dan terus mencoba untuk mendapatkan jalan baru, untuk itu selalu luangkan waktu untuk menemukan pekerjaan yang bisa disesuaikan dengan kemampuan kita.   

Sumber/foto  : Harian Sindo/huffingtonpost.com