Tiga Pilar Utama Sebagai Tumpuan Budaya Perusahaan Gojek

Culture

Kehadiran Gojek memang menjadi buah bibir sekarang ini. Kehadirannya didedikasikan sebagai solusi untuk menembus kemacetan ibu kota.

Kehadiran Gojek memang menjadi buah bibir sekarang ini. Kehadirannya didedikasikan sebagai solusi untuk menembus kemacetan ibu kota.

INTIPESAN.com - Dalam waktu yang tidak terlalu lama, Armada gojek terus bertambah. Bahkan saat ini sudah lebih  dari 3000 unit, seiring makin banyaknya orang yang menggunakan  jasa ojek modern ini. Memang, karena untuk mengorder  jasanya hanya bisa lewat aplikasi smartphone. Keistimewaan (begitu kalau disebut) tersebut kian menjadi magnet  bagi banyak kalangan untuk sekadar memperbincangkan, ada yang dengan nada sinis,  ada juga yang disertai  acungan jempol. Tak ketinggalan media masa juga ikut mengulasnya, dan menjadikannya sebagai topic berita. Banyak pengakuan terungkap bahwa penegndara gojek bisa meraih pendapatan  hingga diatas Rp.10 juta per bulan. Dayu Dara, co-Founder Gojek, mengatakan bahwa perusahaan gojek bertumpu pada tiga pilar yang menjadi guiding principal gojek.

  1. Speed (kecepatan), dalam melakukan segala sesuatu gojek mengerjakannnya dengan cepat.
  2. Inovasi, adanya keyakinan seleuruh insane gojek untuk bisa, can do attitude, berimprovisasi, mencoba sesuatu yang berbeda dan berpikir how can do differently yang lebih baik.
  3. Dampak social (social impact), gojek mencoba memberdayakan dan memberikan penghidupan yang lebih baik bagi masyarakat piramida bawah, atau yang status social ekonominya minus. Memberikan layanan jasa yang baik untuk masyarakat.(Artia)

  Gambar           : https:// www.go-jek.com