11 Norma Sebagai Kunci untuk Bersaing dengan Perusahaan Global

Culture

Tahun 2016 lonceng persaingan bebas di ASEAN mulai berdentang seiring  dimulainya integrasi ekonomi ASEAN lewat skema Masyaraka Ekonomi ASEAN (MEA). 

Tahun 2016 lonceng persaingan bebas di ASEAN mulai berdentang seiring  dimulainya integrasi ekonomi ASEAN lewat skema Masyaraka Ekonomi ASEAN (MEA). 

INTIPESAN.com - Setiap perusahaan di Indonesia mesti menyiapkan diri untuk bersaing secara bebas ddengan sesame perusahaan di ASEAN tanpa dilindungi oleh dinding proteksi berupa tariff atau bea masuk. Menurut Andrew Tani, Konsultan Budaya Organisasi, bersaing dengan perusahaan global artinya kita harus memiliki mindset  yang juga sama dengan mereka agar dapat bersaing di level yang sama. Maka Local Company Mindset itu harus diganti untuk bisa bertahan dalam menghadapi  serbuan dari perusahaan asing dan bersaing dengan mereka. Berdasarkan penelitiannya, Andrew Tani membedakan local company mindset dengan global company mindset  dengan  adanya budaya kinerja yang tinggi yang dimiliki global company dan tidak dimiliki oleh local company. Berikut 11 norma kunci untuk budaya kerja yang baik yang dimiliki oleh global company hasil riset Andrew Tani yang dipaparkan dalam acara HR Expo pada tanggal 11 Desember 2015 di Jakarta.

  1. Hire The Best Keep The Best

Seperti yang dikatakan Steve Jobs “ It doesn’t make sense to hire smart people and then tell them what to do; we hire smart people so they can tell us what to do” ( Tidak ada mempekerjakan orang pintar dan kemudian memberitahu mereka apa yang harus dilakukan. Kita mempekerjakan orang pintar  agar mereka memberi tahu kita tentang apa yang harus kita lakukan). Berbeda dengan local company mindset  yaitu Hire as they came, keep them forever ( mempekerjakan yang datang dan mempertahankan mereka selamanya)  

  1. Reinvent the bunisiness; innovate, innovate,innovate

Berbeda dengan local company yang hanya; “ do more, better at the same think (berbuat lebih banyak, lebih baik. Pada hal yang sama)”. Dunia terus berubah, dan untuk perubahan itu maka perusahaan harus terus melakukan inovasi-inovasi untuk bisnis mereka.  

  1. Predict, anticipate, exploit change fast

Prediksi, antisipasi, ubah eksploitasi dengan cepat. Cepat dalam tindakan tersebut adalah kunci untuk norma ini. Belajar dari salah satu perusahaan paling menguntungkan didunia yaitu General Electric. Jeff Immeth, CEO GE mengatakan; ”Fast beats slow. Big fast beats slow  fast ( yang cepat mengalahkan yang lambat. Kecepatan yang tinggi mengalahkan kecepatan yang lambat). Jangan bersikap seolah “ we are okey, rileks”, karena itulah yang selama ini yang dilakukan oleh local company  dan menghambat bagi mereka sendiri.  

  1. Look after, People first

Global company selalu mengutamakan karyawannya terlebih dahulu disbanding dengan konsumennya. JW Mariott mengatakan ; ”Take care of your customer ( pedulikan orang-orang anda maka mereka akan mempedulikan pelanggan anda)”.  

  1. Build a team performance culture

Kesalahan dalam local company adalah mereka membangun budaya kerja  tanpa pemasukkan kata tim didalamnya. Hal ini yang menjadikan satu karyawan dengan karyawan lainnya menjadi saling senggol untuk menciptakan performance mereka sendiri- sendiri.  

  1. Assimilate Fresh Talent

Perusahaan sebesar Microsoft masih terus mencari talent-talent baru untuk mereka.  Maka tidaklah cukup untuk local company jika hanya terus mempromosikan mereka yang didalam saja. Sebagai seorang HR di global company, pahami budaya yang asimilatif. Buatlah orang baru tersebut betah bekerja diperusahaan anda. Jika anda dapat mengasimilasi  tealent baru, maka inovasi akan mudah dicapai.  

  1. Groom Manager Leaders To Build Winning Teams

Berbeda dengan local company, yang mereka lakukan adalah: “groom managers to achieve targets”. Bekerja menggunakan teknik namun jangan lupa dengan sisi kemanusiaan. Sam Walton pendiri Wall Mart  mengatakan ;” Miliki pemimpin-pemimpin organisasi yang memiliki harga diri tinggi.  

  1. Trust is Good; Control (process) Is Better

Kepercayaan memang baik, namun control daroi setiap proses lebih baik. Sebelumnya dikatakan “hire the best”, namun jika proses yang ada diatur  dan ditata dengan baik, maka orang biasa juga akan menjadi the best.  

  1. People First, Profit Will Follow

Mengutamakan orang-orang perusahaan terlebih dahulu, maka keuntungan akan menghampiri. Jangan pernah ragu dalam menginvestasikan sesuatu untuk meningkatkan kinerja  karyawan di perusahaan.  

  1. Give Back, Grow With The Community

Berikan yang terbaik untuk berkembang dengan  masyarakat. Berbeda dengan local company yang memiliki norma seperti;” take back with you as much as you can”.  

  1. Process Digitalization

Dunia berubah seiring dengan perkembangn zaman, begitupun dengan perusahaan-perusahaan besar yang kini sedang menghadapi proses digitalisasi. Tidak ada lagi tanda tangan diatas kertas, Semua tanda tangan sudah digital. Interaksi dengan perusahaan lain kini dilakukan dengan perusahaan orang itu menggunakan telepon. Psycal space menciut semakin hari , cyber space semakinmengambil alih. Internet sudah menjadi ruang kita hidup, berdagang dan bekerja.(Artia)     Sumber            : https://www. news.okezone.com