Top Stories

INTIPESAN.COM - Dalam sebuah organisasi perusahaan tentu terdapat budaya di dalamnya, mulai dari kinerja maupun struktur organisasi. Budaya sendiri merupakan suatu set nilai, penuntun kepercayaan akan suatu hal, pengertian dan cara berpikir yang dipertemukan oleh para anggota organisasi dan diterima oleh anggota baru seutuhnya. 

Ini dibentuk dengan tujuan untuk melengkapi para anggota dengan rasa (identitas) organisasi, dan menimbulkan komitmen terhadap nilai-nilai yang dianut oleh organisasi. Hal tersebut dijelaskan oleh Ekuslie Goestiandi, Head of Astra Management Development Institude (AMDI) dalam sebuah acara seminar pada Selasa (11/10) di Jakarta Menurutnya budaya perusahaan pada sisi yang sama merupakan penerapan nilai-nilai dalam suatu masyarakat, yang terikat bekerja di bawah naungan suatu perusahaan. Sedangkan budaya perusahaan merupakan koleksi spesifik nilai dan norma, yang dimiliki oleh orang-orang atau kelompok dalam suatu organisasi, serta yang mengatur cara mereka berinteraksi satu sama lain dalam suatu kepentingan tertentu. " Budaya sendiri bukan hanya mengenai integritas, adaptasi, komitment, komunikasi dan yang lainnya. Tetapi terdapat hal yang juga penting dalam pembangunannya, yaitu interaksi antar anggota itu sendiri dalam membangun kerjasama tim yang baik," ucap Ekuslie. Ekuslie memaparkan bahwa dalam membangun budaya kinerja yang tinggi, perlu terlebih dahulu memahami elemen-elemen penting dalam budaya tersebut, seperti halnya: 1. Rites, yaitu suatu ritual yang menjadi panduan bagi semua anggota dalam mencapai kinerja mereka. "Ritual disini bukan bermaksud pada keagamaan, tetapi sebuah kebiasaan yang sejak lama dilakukan. Dengan rites ini kita bisa memperkenalkan bagaimana high performance yang kita lakukan dalam sebuah organisasi," jelas Ekuslie. 2. Symbol, digunakan untuk mejadi ciri khusus dalam sebuah organisasi. Dengan simbol ini juga, bisa mengartikan bagaimana budaya kerja dan maksud dari sebuah organisasi. " Seperti Perusahaan Shell Indonesia yang memiliki Simbol kerang atau biasa berkaitan dengan biota laut lainnya, padahal perusahaan itu bergerak di bagian minyak, tidak ada kaitan dengan kerang atau lainnya. Perusahaan dengan simbol kerang tersebut ingim menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap laut termasuk biota-biota yang ada didalamnya" jelasnya. 3. Strukture organisasi. Dengan adanya struktur organisasi kita bisa mengetahui budaya dalam organisasi itu seperti apa. 4. Sistem Kontrol. Dengan adanya pengaturan sistem dalam sebuah organisasi, maka akan timbulnya pengaturan dalam hal-hal yang harus dilakukan dalam pencapaian kerja. Sehingga akan menjadi kebiasaan dan menjadi budaya dalam organisasi tersebut. 5. Paradigma. Membangun sebuah budaya tidaklah dengan instan, perlu adanya komitment dalam menjalankannya. Dimana perlu adanya paradigma yang didalamnya terdapat loyalitas tinggi dari seluruh anggota organisasi tersebut sehingga akan membangun budaya organisasi yang kuat. "Membangun sebuah budaya kinerja dalam perusahaan tentu membutuhkan proses dan waktu, seperti halya kita menggarap suatu lahan. Diperlukan waktu dan proses dalam menggarapnya, tetapi sekali hal tersebut berhasil maka akan menuai hasil yang sangat fantastis" kandasnya. Proses-proses tersebut diantaranya adalah : 1. Aware, memastikan karyawan tahu dan sadar akan budaya sebuah organisasi. 2. Understanding, bagaimana karyawan memahami lebih dala. Mengenai budaya. 3. Buy-in, karyawan mengetahui bahwa budaya twtsebut adalah sesuatu yang baik bagi dirinya, dan 4. Owner, bagaimana karyawan meyakini bahwa budaya tersebut menjadi pedoman kinerja yang baik mereka" tutupnya.(Artiah)   Foto : interculturalmaze.com

PT Perkebunan Nusantara XI atau PTPN XI merupakan pengembangan dari unit usaha perkebunan gula yang telah beroperasi sejak masa kolonial berkuasa di Hindia Belanda.

Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat mulai berdiri sejak tanggal 13 Mei 1961, berdasarkan pada tindak lanjut dari Peraturan Pemerintah nomor 33 tahun 1960 Pemerintah Propinsi Jawa Barat dengan Akta Notaris Noezar nomor 152 tanggal 21 Maret 1961 dan nomor 184 tanggal 13 Mei 1961 dan dikukuhkan dengan Surat Keputusan Gubernur Propinsi Jawa Barat nomor 7/GKDH/BPD/61 tanggal 20 Mei 1961, mendirikan PD Bank Karya Pembangunan.

PT Pindad (Persero) adalah perusahaan industri dan manufaktur yang bergerak dalam pembuatan produk militer dan komersial di Indonesia, dan memperkerjakan sekitar 3000 karyawan. 

Kao Group Indonesia merupakan perusahaan yang bergelut dalam bidang perawatan kecantikan, kesehatan, pakaian dan rumah tangga. 

Kehadiran Gojek memang menjadi buah bibir sekarang ini. Kehadirannya didedikasikan sebagai solusi untuk menembus kemacetan ibu kota.

Budaya kerja yang dilahirkan Bank BNI pada tahun 2000-an dibangun bukan untuk kepentingan jangka pendek. Budaya kerja itu sebenernya pencerminan semangat, cita-cita, dan harapan yang tertentu bisa membentuk perilaku.

Tahun 2016 lonceng persaingan bebas di ASEAN mulai berdentang seiring  dimulainya integrasi ekonomi ASEAN lewat skema Masyaraka Ekonomi ASEAN (MEA). 

INTIPESAN.COM - Sebagai salah satu bank swasta nasional papan atas Indonesia, BCA memiliki filosofi, budaya kerja dan nilai-nilai yang telah dibangun sejak awal berdirinya (1957) dan terbukti mampu mengawal sejarah panjang perjalanan sukses BCA selama ini. Dalam bukunya, The Corporate Culture Survival Guide, Edgar H. Schein (2009) menyebutkan bahwa budaya perusahaan atau system nilai yang dianut dan dijalankan oleh perusahaan merupakan unsure pembeda yang dapat mengantarkan sebuah kesuksesan sebuah perusahaan . Terdapat nilai-nilai yang membuat BCA senantiasa berada disisi nasabahnya. Nilai-nilai tersebut merupakan tujuh budaya kerja Smart Solution BCA yang berisikan:

  1. Simak, mengajukan pertanyaan yang tepat dan menyimak dengan sungguh-sungguh untuk memahami kebutuhan nasabah.
  2. Open-mind, memperluas wawasan dan knowledge tenteng produk dan layanan BCA untuk dapat memberikan solusi sesuai dengan kebutuhan nasabah.
  3. Lengkap, memberikan value dalam bentuk solusi yang menjawab seluruh kebutuhan nasabah.
  4. Utamakan kebutuhan nasabah, mengutamakan kebutuhan nasabah dan bukan sekadar menjual produk.
  5. Telling Solution, menceritakan bagaimana solusi yang ditawarkan dapat membantu nasabah.
  6. Inisiatif, proactive membangun dan meningkatkan relasi dengan nasabah secara berkesinambungan.
  7. On-time Follow-up, menindaklanjuti dan menyelesaikan kebutuhan nasabah dengan tepat waktu. Cepat dan tepat menindak lanjuti kebutuhan nasabah.(arthia)

  Sumber            : Majalah Intipesan Gambar           : riaupos.com  

Penyelenggaraan program jaminan sosial merupakan salah satu bentuk tanggung jawab Negara terhadap rakyatnya. Untuk memberikan perlindungan sosial ekonomi tersebut, seperti halnya pada Negara berkembang lainnya. 

INTIPESAN.COM -  PT Rajawali Nusantara Indonesia disingkat dengan PT RNI adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang agro industry, farmasi & alat kesehatan, perdagangan dan distribusi. Dalam menyatukan visi dan misinya, PT RNI mempunyai budaya perusahaan yang kuat disebut dengan In-protect-Excellence yang merupakan singkatan dari :

  1. Integritas, satunya pemikiran, perkataan dan tindakan secara konsisten yang didasari oleh sekumpulan nilai yang sama adalah landasan insan RNI.
  2. Profesional, Insan RNI berkomitmen menerapkan standar profesionalisme tertinggi melalui upaya mengejar inovasi, menata imajinasi, terbuka terhadap gagasan –gagasan baru, bertindak dengan perhitungan matang dan konsisten.
  3. Teamwork, yaitu Insan RNI memlihara semangat partisipatif, kolaboratif, yang seimbang dan proporsional dalam bekerja untuk mewujudkan tujuan perusahaan.
  4. Respect, Insan RNI memiliki komitmen untuk memperlakukan orang lain dengan penuh rasa hormat dan saling menghargai yang diwarnai oleh komunikasi yang tulus serta menciptakan rasa saling ketergantungan yang sehat dan proporsional.
  5. Excellent The Spirit of excellence, atau semangat untuk memberikan yang terbaik serta peningkatan yang terus menerus adalah jiwa seluruh insane RNI dalam menjalankan tugas dan kewajibannya. Budaya perusahaan tersebut juga dilandasi dengan adanya rasa ikut memiliki. Manajemenpun dijalankan berdasarkan kemitraan dan perlakuan dan perlakuan yang adil dalam hal pemberian kesempatan bagi karyawan untuk mengambangkan karir dan diimbangi dengan imbal jas yang layak. PT RNI sendiri merupakan kelompok usaha dengan banyak anak perusahaan yang bergerak di 3 (tiga) bidang usaha pokok. Kegiatannya juga tersebar di berbagai daerah. Kuatya ikatan budaya perusahaan yang meresap di setiap karyawan tetap dapat menghasilkan kinerja yang cukup baik bagi perusahaan. Dengan budaya perusahaan yang kuat tersebut, maka PT RNI akan lebih memberikan arti, baik itu bagi masyarakat, karyawan maupun pemerintah.

    Sumber: http://www.rni.co.id Gambar: https://www.liputan6.com

Advertisement